Mengenal Computer Vision Syndrome dan Cara Mencegahnya
- 26 Agt 2026 17:07 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember : Aktivitas menatap layar komputer dalam durasi panjang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern, baik untuk bekerja, belajar, maupun hiburan. Namun, paparan visual tanpa jeda ini membawa dampak serius bagi kesehatan fisik dan mental yang sering kali diabaikan. Dampak seperti mata yang terasa perih, kering, hingga pandangan yang kabur setelah menghabiskan waktu lama di depan komputer terkadang dianggap sekedar rasa lelah biasa namun ternyata ada istilah sendiri untuk hal tersebut.
Dikutip RRI melalui laman ayosehat.kemkes.go.id (Kamis, 20/08/2026), Computer Vision Syndrome atau sering juga disebut digital eye strain adalah kumpulan keluhan pada mata, penglihatan, leher dan bahu, yang muncul akibat penggunaan komputer, laptop, tablet, atau ponsel dalam waktu lama. Keluhan ini sering terjadi pada orang yang bekerja dengan layar digital setiap hari, terutama bila posisi kerja, pencahayaan, jarak pandang, atau kebiasaan istirahat mata kurang baik.
Computer Vision Syndrome dapat dialami oleh siapa saja yang sering menggunakan perangkat digital, terutama pekerja kantor, programmer, desainer grafis, analis data, guru, dosen, mahasiswa, maupun pekerja. Penyebab pada umumnya yaitu dikarenakan jarak mata ke layar yang tidak sesuai, durasi menatap layar yang terlalu lama, posisi layar yang tidak tepat hingga pencahayaan ruangan yang kurang baik. Untuk mengantisipasi Computer Vision Syndrome, ada beberapa hal sederhana yang dapat anda lakukan sebagai berikut :
Menggunakan kacamata : Bila memiliki mata minus, plus, silinder, atau mata tua, gunakan kacamata sesuai hasil pemeriksaan dokter. Koreksi penglihatan yang tepat dapat membantu mengurangi keluhan saat bekerja di depan layar.
Sering berkedip : Saat menatap layar, frekuensi berkedip biasanya berkurang sehingga mata lebih mudah kering. Biasakan berkedip secara sadar agar permukaan mata tetap lembab dan nyaman.
Terapkan aturan 20-20-20 : Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Cara sederhana ini membantu otot mata menjadi lebih rileks dan mengurangi ketegangan akibat fokus terus-menerus pada layar.
Pengaturan layar : Gunakan fitur night mode dan atur kecerahan layar agar seimbang dengan lampu ruangan.
Pencahayaan yang memadai : Hindari ruangan yang terlalu terang atau terlalu gelap. Kurangi pantulan cahaya pada layar dan sesuaikan tingkat kecerahan monitor dengan kondisi ruangan agar mata tidak bekerja terlalu keras.
Atur posisi layar : Posisikan layar sekitar 50–70 cm dari mata. Bagian atas monitor sebaiknya sedikit lebih rendah dari tinggi mata, sehingga pandangan mengarah sekitar 15–20° ke bawah. Posisi ini membantu mengurangi ketegangan pada mata, leher, dan bahu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....