Stres Bisa Mengubah Pola Makan
- 18 Agt 2026 10:53 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Kesibukan pekerjaan, tekanan aktivitas sehari-hari, hingga berbagai persoalan pribadi dapat membuat seseorang mengalami stres. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga dapat mengubah kebiasaan makan dan aktivitas fisik. Dokter sekaligus ahli manajemen stres dari Mayo Clinic Healthcare di London, Dr. Safia Debar, M.B.B.S., menjelaskan bahwa stres dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan secara bersamaan, termasuk pola makan, tidur dan olahraga. Penjelasan tersebut disampaikan dalam publikasi Mayo Clinic pada 24 April 2023.
Menurut Debar, ketika otak berada dalam kondisi stres, tubuh cenderung berfokus pada kebutuhan untuk mendapatkan rasa nyaman dalam waktu singkat. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah menginginkan makanan manis atau berlemak karena tubuh seolah mencari sumber energi dan rasa nyaman secara cepat.
| Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital |
Stres juga dapat membuat seseorang kehilangan motivasi untuk berolahraga. Debar menjelaskan bahwa ketika otak berada dalam kondisi tertekan, seseorang cenderung memilih aktivitas yang memberikan rasa nyaman dengan segera dibandingkan aktivitas yang manfaatnya baru dirasakan setelah dilakukan, seperti berolahraga.
Karena itu, Debar menyarankan agar seseorang tidak berusaha mengubah seluruh kebiasaan hidup sekaligus. Langkah yang lebih realistis adalah memilih satu aspek yang paling memungkinkan untuk diperbaiki terlebih dahulu. Misalnya, memperbaiki waktu tidur, meningkatkan aktivitas fisik, memperhatikan pola makan atau mengurangi sumber stres dalam rutinitas harian.
| Baca juga: Pola Hidup Sehat Kunci Umur Panjang |
Pendekatan tersebut dinilai penting karena tidur, makanan, aktivitas fisik dan stres saling berkaitan. Ketika salah satu aspek diperbaiki, kondisi pada aspek lainnya juga berpotensi ikut membaik. Debar menekankan pentingnya perubahan kecil yang dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam publikasi Mayo Clinic pada 13 Juni 2024, Debar juga menjelaskan bahwa stres tidak selalu berarti sesuatu yang buruk. Respons stres merupakan bagian dari mekanisme tubuh menghadapi tuntutan atau ancaman. Namun, stres yang berlangsung terus-menerus tanpa pemulihan dapat berdampak pada kondisi fisik dan mental. Karena itu, kemampuan mengenali sumber stres dan memberikan waktu bagi tubuh untuk kembali rileks menjadi hal yang penting.
Dengan demikian, perubahan pola makan saat stres bukan semata-mata persoalan kurangnya disiplin. Kondisi psikologis juga dapat memengaruhi pilihan makanan dan kebiasaan sehari-hari. Mengenali hubungan tersebut dapat membantu seseorang mengambil langkah yang lebih realistis, mulai dari memperbaiki satu kebiasaan sederhana hingga membangun pola hidup yang lebih seimbang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....