Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Perluas Layanan Fertilitas
- 09 Agt 2026 20:02 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Akses layanan penanganan infertilitas bagi pasangan suami istri di Banyuwangi kini semakin dekat. Morula IVF Indonesia menggandeng Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Banyuwangi untuk memperluas edukasi dan layanan medis bagi pasangan yang mengalami kendala memiliki keturunan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari kegiatan seminar Morula Goes to Banyuwangi bertema “Bersama Menemukan Jalan Menuju Buah Hati” di Aston Hotel Banyuwangi, Minggu 9 Agustus 2026. Melalui kerja sama ini, masyarakat Banyuwangi diharapkan tidak perlu lagi pergi ke luar daerah untuk mendapatkan informasi dan berkonsultasi terkait masalah fertilitas.
Head of Division Morula IVF Indonesia, Arik Lisarja, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses edukasi mengenai fertilitas kepada masyarakat. Edukasi dinilai penting karena masih banyak pasangan yang belum menyadari adanya gangguan kesuburan.
“Tujuan kami roadshow tentunya memberikan akses atau edukasi yang sangat terbuka,” ujar Arik, Minggu 9 Agustus 2026.
Konsultan Fertilitas Morula IVF Indonesia, Prof. dr. Budi Santoso, menjelaskan infertilitas umumnya diukur ketika pasangan telah menikah selama 1 tahun dan melakukan hubungan tanpa kontrasepsi, tetapi belum mendapatkan kehamilan. Ia menyebut angka infertilitas di masyarakat berada pada kisaran 10 hingga 15 persen.
“Angka infertilitas di masyarakat kita antara 10 sampai 15 persen,” ungkap Prof. Budi.
Menurutnya, faktor usia menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan kehamilan. Cadangan sel telur perempuan umumnya mulai mengalami penurunan ketika memasuki usia 35 tahun, sehingga pemeriksaan kondisi reproduksi perlu dilakukan lebih awal.
Prof. Budi juga menekankan pemeriksaan fertilitas tidak hanya ditujukan kepada perempuan. Faktor laki-laki turut berkontribusi terhadap gangguan kesuburan sehingga pemeriksaan idealnya dilakukan oleh kedua pasangan.
“Tidak bisa suaminya saja, tidak bisa istrinya saja, tapi couple,” tegasnya.
Direktur RSI Fatimah Banyuwangi, dr. Widowati, mengatakan rumah sakitnya disiapkan sebagai penghubung bagi masyarakat yang membutuhkan layanan infertilitas. Dengan adanya kolaborasi tersebut, pasangan di Banyuwangi dapat memperoleh akses awal layanan tanpa harus langsung berkonsultasi ke luar daerah.
“Kami di sini berfungsi sebagai konektor kebutuhan masyarakat akan layanan infertilitas,” tutur Widowati.
Saat ini, RSI Fatimah masih mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung secara bertahap. Layanan inseminasi buatan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun depan, sedangkan program bayi tabung nantinya dapat dilakukan secara parsial dengan sebagian tahapan tindakan medis ditangani di Banyuwangi.
Untuk program bayi tabung, estimasi biaya yang disampaikan dalam kegiatan tersebut berkisar Rp100 juta hingga Rp150 juta, tergantung kondisi medis masing-masing pasangan. Sementara layanan Morula IVF disebut telah didukung laboratorium yang mengantongi akreditasi internasional RTAC (Reproductive Technology Accreditation Committee) Australia.
Morula IVF juga menyampaikan tingkat keberhasilan program bayi tabung yang dapat mencapai 77 persen berdasarkan teknologi dan layanan yang dimiliki. Angka tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi dan dapat berbeda sesuai kondisi medis masing-masing pasangan.
Seminar tersebut turut menghadirkan Dokter Obgyn dr. Selamat Widodo, Dokter Andrologi dr. Taufiq Hidayat, serta Scientific Director Morula IVF Indonesia Prof. Arief Boediono. Materi yang diberikan mencakup kesehatan reproduksi perempuan dan laki-laki, pemeriksaan fertilitas, hingga pilihan penanganan bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....