Mengapa ASI Perah Tak Boleh Langsung Disimpan di Freezer

  • 09 Agt 2026 09:27 WIB
  •  Jember

RRI.CO.IDJember. Air susu ibu (ASI) direkomendasikan untuk diberikan eksklusif kepada bayi berusia 0-6 bulan. Selain diberikan langsung (direct breastfeeding), ASI juga umum diberikan tidak langsung lewat proses pompa sebelumnya. Kembali bekerja setelah cuti melahirkan adalah salah satu alasan tersering mengapa para ibu memompa ASI. Agar kualitasnya terjaga, sebaiknya Mama tidak menyimpan ASI perah langsung ke freezer.

Kualitas ASI perah langsung masuk freezer bisa menurun. Mengapa? Hasil ASI perah tidak boleh langsung disimpan di freezer. Karena, perubahan suhu ASI perah secara tiba-tiba dapat menyebabkan kandungan gizi di dalamnya rusak. Demikian juga saat akan mencairkan ASI perah, sebaiknya ASI beku tak langsung dikeluarkan dan dicairkan di suhu ruang biasa. Hasil ASI perah yang tidak disimpan dengan benar dapat terkontaminasi bakteri, virus, atau bahkan parasit yang bisa membuat bayi sakit. Selain itu, ASI tersebut bisa kurang efektif memenuhi kebutuhan nutrisi yang sangat dibutuhkan bayi dalam proses tumbuh kembangnya. Hasil ASI yang baru selesai dipompa dapat dibiarkan sebentar pada suhu ruang apabila berencana diberikan kepada bayi atau disimpan. Air susu ibu dari kedua payudara boleh dicampur untuk disimpan asalkan diperah dalam waktu yang sama.

Pada suhu ruang hingga 25 derajat Celsius, ASI dapat aman digunakan hingga 4 jam setelah dipompa. Apabila disimpan di lemari pendingin, daya tahan ASI perah berkisar selama 4-5 hari. Bila disimpan di cooler box, ASI dapat bertahan hingga 24 jam. Hasil ASI yang disimpan di freezer (suhu di bawah 0 derajat Celsius) dapat bertahan selama 6-12 bulan.

dr. Sepriani Timurtini, dilansir Klikdokter 5 agustus 2026 mengungkapkan bahwa ASI yang sudah dicairkan, terdapat beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan:

1. Bila ASI yang sudah dicairkan didiamkan pada suhu ruang, ASI dapat bertahan sekitar 1-2 jam

2. ASI yang sudah dicairkan dan diletakkan di lemari pendingin dapat bertahan hingga 24 jam

3. Hasil ASI yang sudah dicairkan jangan dibekukan kembali, ya. Lalu, bagaimana pun cara menyimpan ASI yang diterapkan, buang ASI tersebut bila ada sisa setelah digunakan dan lebih dari dua jam setelah dikonsumsi bayi.

Berikut beberapa cara menyimpan ASI perah yang benar:

1. Segera simpan ASI yang sudah dipompa ke dalam pendingin

2. Beri label berdasarkan tanggal dan jam ASI disimpan

3. Usahakan tidak mencampur ASI baru dengan ASI yang sudah lama

4. Bagi penyimpanan susu dengan jumlah yang sedikit-sedikit

5. Sisakan ruang kosong pada wadah ASI sekitar 2,5 cm

6. Sebelum memompa ASI, cuci tangan dahulu dengan sabun dan air hangat. Bila tidak ada sabun, gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60 persen. Lakukan hal ini sebelum dan setelah memompa.

Selalu bekukan ASI bila tidak ingin langsung memberikannya kepada bayi. Cobalah untuk membekukan dalam jumlah yang kecil agar ASI tidak terbuang bila bayi tidak dapat menghabiskannya. Jangan lupa selalu menggunakan tempat penyimpanan khusus ASI seperti kantung ASI atau botol kaca untuk ASI yang bersih. Mulai sekarang, selalu perhatikan cara persiapan, penyimpanan, dan pencairan ASI yang benar agar tidak terkontaminasi dan tidak rusak gizinya!

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....