Kolaborasi Lintas Lembaga Warnai Bakti Sosial Mata Ke-11 di Bondowoso

  • 10 Jun 2026 11:21 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Pelaksanaan Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan Mata dan Operasi Katarak Ke-XI Tahun 2026 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, dan relawan dalam memberikan layanan kesehatan mata bagi masyarakat kurang mampu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, mengapresiasi keberlanjutan program yang telah berlangsung sebanyak 11 kali tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong berbagai elemen masyarakat.

“Ya, kita bersyukur bahwa kegiatan bakti sosial, pelayanan, pemeriksaan mata, sekaligus operasi katarak gratis ini bisa dilakukan di Kabupaten Bondowoso. Ini yang ke-11 kalinya kerjasama, ya kan? JFF (John Fawcett Foundation), bersama juga dengan LSM, LP2SM. Tapi lebih dari itu ada banyak sekali organisasi sosial yang sangat support,” kata Fathur Rozi saat dikonfirmasi awak media saat Pelaksanaan Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan Mata dan Operasi Katarak Ke-XI Tahun 2026 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Rabu, 10 Juni 2026.

Ia menyebut sejumlah organisasi yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut antara lain PMI, Fatayat NU, Lazisnu, dan Bamag.

“Ada PMI, ada Fatayat, ada Lazisnu, ada Bamag, semuanya terlibat. Ini sungguh merupakan sesuatu yang luar biasa menurut saya. Dan ini adalah gambaran Indonesia,” ujarnya.

Menurut Fathur, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pelayanan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan masyarakat Bondowoso, khususnya warga kurang mampu yang mengalami gangguan penglihatan.

“Kegiatan ini adalah kegiatan kemanusiaan. Memberikan bantuan, penglihatan yang lebih jelas kepada masyarakat. Dan masyarakat Bondowoso sangat membutuhkan ini,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa penerima manfaat utama program tersebut adalah masyarakat kurang mampu. Namun layanan juga menyasar pelajar melalui pemeriksaan kesehatan mata di sekolah.

“Tentu ada yang diutamakan adalah masyarakat yang tidak mampu tentunya. Kita utamakan yang tidak mampu. Karena ini kan kegiatan sosial, makanya bunyinya itu bakti sosial,” ujar Fathur.

Selain pemeriksaan mata, peserta juga dapat memperoleh berbagai layanan sesuai kebutuhan medis masing-masing.

“Layanannya mulai dari pemeriksaan dulu, kemudian mendapatkan kacamata, kemudian setelah itu ada protesa, ganti mata, kemudian sampai operasi katarak. Jadi ada banyak layanan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga. Jadi tidak semuanya dioperasi katarak secara gratis,” katanya.

Fathur berharap sinergi antara pemerintah daerah, JFF, LP2SM, dan berbagai organisasi sosial dapat terus diperkuat sehingga jumlah masyarakat yang memperoleh manfaat dari program tersebut semakin banyak pada tahun-tahun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....