Amankah Penderita Diabetes Mengonsumsi Buah-Buahan?

  • 31 Mei 2026 23:54 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Buah-buahan dikenal sebagai sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting bagi kesehatan. Namun, karena mengandung gula alami, sebagian penderita diabetes kerap ragu untuk mengonsumsinya. Padahal, dalam jumlah dan jenis yang tepat, buah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi penyandang diabetes. Diabetes merupakan kondisi ketika tubuh mengalami gangguan dalam mengatur kadar gula darah. Karena itu, pemilihan makanan yang memengaruhi kadar glukosa menjadi perhatian utama. Meski buah mengandung fruktosa atau gula alami, kandungan serat di dalamnya membantu memperlambat proses penyerapan gula ke dalam aliran darah. Para ahli gizi umumnya menilai buah utuh lebih baik dibandingkan jus buah. Saat buah diolah menjadi jus, sebagian serat dapat berkurang sehingga gula lebih cepat diserap tubuh. Akibatnya, kadar gula darah berpotensi meningkat lebih cepat dibandingkan saat mengonsumsi buah dalam bentuk utuh.

Jenis buah juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Buah dengan kandungan serat tinggi seperti apel, pir, jeruk, alpukat, dan berbagai jenis beri cenderung memberikan respons gula darah yang lebih terkendali. Sementara itu, buah yang sangat matang atau buah olahan dengan tambahan gula dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa yang lebih cepat. Porsi konsumsi memiliki peran yang tidak kalah penting. Meskipun termasuk makanan sehat, konsumsi buah dalam jumlah berlebihan tetap dapat meningkatkan asupan karbohidrat harian. Penderita diabetes dianjurkan memperhatikan porsi makan dan mengintegrasikannya ke dalam perencanaan pola makan secara keseluruhan.

Selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, konsumsi buah juga berkaitan dengan kesehatan jantung. Penyandang diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular. Kandungan antioksidan, vitamin, dan serat dalam buah dapat mendukung kesehatan pembuluh darah serta membantu menjaga keseimbangan metabolisme.

Waktu konsumsi juga dapat memengaruhi pengelolaan gula darah. Mengonsumsi buah sebagai bagian dari menu utama atau dikombinasikan dengan sumber protein dan lemak sehat dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa. Pendekatan ini membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil. Bagi penderita diabetes yang aktif berolahraga, buah dapat menjadi sumber energi yang praktis. Kandungan karbohidrat alami di dalamnya membantu menyediakan energi untuk aktivitas fisik, sekaligus memberikan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk pemulihan.

Meski demikian, respons tubuh terhadap makanan dapat berbeda pada setiap individu. Pemantauan gula darah secara berkala membantu mengetahui bagaimana tubuh merespons jenis buah tertentu. Langkah ini dapat menjadi dasar dalam menentukan pola konsumsi yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Kesadaran mengenai pentingnya pola makan seimbang terus meningkat dalam pengelolaan diabetes. Buah-buahan tidak harus dihindari sepenuhnya, melainkan dikonsumsi secara bijak dengan memperhatikan jenis, porsi, dan kebutuhan individu. Dengan pendekatan yang tepat, buah dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang mendukung pengendalian gula darah dan kesehatan jangka panjang.

Lansiran: Organisasi kesehatan global kembali menekankan pentingnya konsumsi buah utuh sebagai bagian dari pola makan sehat, termasuk bagi penyandang diabetes, selama memperhatikan porsi dan keseimbangan nutrisi. Pedoman terbaru mengenai pola makan sehat dipublikasikan oleh World Health Organization pada 26 Januari 2026 melalui pembaruan lembar fakta “Healthy Diet”.

Organisasi Kesehatan Dunia

Sumber:

– World Health Organization — Healthy Diet Fact Sheet, dipublikasikan 26 Januari 2026.

– American Diabetes Association — Rekomendasi pola makan dan konsumsi buah bagi penyandang diabetes.

– Centers for Disease Control and Prevention

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....