Usia Senja Bukan Alasan Berhenti Olahraga
- 31 Mei 2026 19:46 WIB
- Jember
RRI.CO.ID - Jember, Memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang harus mengurangi aktivitas fisik secara drastis. Justru, para ahli kesehatan menekankan bahwa olahraga secara rutin menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, dan aktif menjalani aktivitas sehari-hari.
Sayangnya, masih banyak lansia yang menganggap olahraga hanya cocok untuk anak muda. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit kronis sekaligus menjaga kesehatan mental.
Dalam laporan survei aktivitas fisik yang dipublikasikan pada 23 April 2026, CEO Sport England, Tim Hollingsworth, mengatakan, “Kami melihat semakin banyak orang lanjut usia yang tetap aktif, dan hal itu membawa manfaat besar bagi kesehatan, kesejahteraan, serta kualitas hidup mereka.” Data ini menunjukkan bahwa kelompok usia 75 tahun ke atas menjadi salah satu pendorong meningkatnya angka aktivitas fisik masyarakat di Inggris selama beberapa tahun terakhir.
Seiring bertambahnya usia, risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes cenderung meningkat. Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga fungsi jantung serta memperlancar sirkulasi darah.
sementara itu, menurut data www.who.int, aktivitas fisik yang cukup dapat membantu mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan beberapa jenis kanker.
Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia adalah berkurangnya kekuatan otot dan keseimbangan tubuh.
| Baca juga: Puasa Tetap Bugar, Sesuaikan Volume Latihan |
Olahraga ringan seperti berjalan kaki, senam lansia, yoga, atau tai chi dapat membantu memperkuat otot dan meningkatkan keseimbangan sehingga risiko jatuh dapat berkurang. Risiko jatuh pada lansia menjadi perhatian penting karena dapat menyebabkan patah tulang dan menurunkan kualitas hidup.
Selain fisik, olahraga juga terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan otak. Lansia yang aktif bergerak cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dibanding mereka yang jarang berolahraga. Aktivitas fisik juga dapat membantu mengurangi gejala stres, kecemasan, dan depresi yang kerap muncul pada usia lanjut.
Para ahli mengingatkan bahwa olahraga bagi lansia tidak harus berupa aktivitas berat. Beberapa kegiatan yang dianjurkan seperti jalan kaki 20–30 menit, senam lansia, bersepeda santai, Tai chi, yoga ringan dan latihan kekuatan menggunakan beban ringan. Yang terpenting adalah dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Usia lanjut bukan alasan untuk berhenti bergerak. Sebaliknya, olahraga yang dilakukan secara teratur justru dapat membantu lansia menjaga kesehatan jantung, kekuatan otot, keseimbangan tubuh, serta kesehatan mental.
Dengan tetap aktif bergerak, lansia memiliki peluang lebih besar untuk hidup mandiri, mengurangi risiko penyakit, dan menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....