Espresso Dinilai Lebih Nendang dari Americano, Ini Sebabnya

  • 31 Mei 2026 11:22 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Bagi penikmat kopi, espresso kerap dianggap memiliki efek yang lebih kuat dibandingkan americano meski keduanya berasal dari bahan dasar yang sama. Sensasi segar, fokus, dan peningkatan energi setelah meminum espresso dinilai muncul lebih cepat dibandingkan americano.

Perbedaan tersebut tidak hanya dipengaruhi jumlah kafein, tetapi juga konsentrasi minuman, cara konsumsi, serta respons tubuh terhadap kandungan kopi yang masuk ke sistem pencernaan.

Espresso merupakan hasil ekstraksi kopi dengan volume kecil sekitar 25 hingga 30 mililiter per sajian. Meski sedikit, kandungan senyawa kopi di dalamnya sangat pekat sehingga tubuh menerima kafein dalam konsentrasi tinggi dalam waktu singkat.

Sementara itu, americano dibuat dengan menambahkan air panas ke dalam espresso. Proses tersebut tidak mengurangi kadar kafein secara signifikan, tetapi membuat konsentrasi minuman menjadi lebih encer.

Akibatnya, sensasi rasa maupun efek yang dirasakan tubuh sering kali berbeda meski kandungan kafein total keduanya relatif mirip.

Selain konsentrasi, cara konsumsi juga memengaruhi efek kopi terhadap tubuh. Espresso umumnya diminum dalam sekali atau dua kali tegukan karena volumenya kecil. Kondisi tersebut membuat tubuh menerima asupan kafein lebih cepat dibandingkan americano yang biasanya dinikmati perlahan.

Kafein bekerja dengan menghambat reseptor adenosin di otak. Adenosin merupakan senyawa yang memicu rasa kantuk. Ketika aktivitas adenosin terhambat, tingkat kewaspadaan meningkat dan tubuh terasa lebih segar.

Karena dikonsumsi lebih cepat dan dalam bentuk lebih pekat, espresso sering memberikan sensasi stimulasi yang terasa lebih kuat dibandingkan americano.

Selain kafein, kopi juga mengandung berbagai senyawa lain seperti asam klorogenat, diterpen, dan antioksidan. Konsentrasi senyawa tersebut lebih tinggi pada espresso sehingga memengaruhi rasa, aroma, dan sensasi setelah diminum.

Meski demikian, respons tubuh terhadap kopi bersifat individual. Faktor usia, berat badan, kualitas tidur, kebiasaan mengonsumsi kafein, hingga kondisi kesehatan tertentu dapat memengaruhi sensitivitas seseorang terhadap efek kopi.

Ada orang yang langsung merasakan lonjakan energi setelah satu shot espresso, namun ada pula yang membutuhkan konsumsi lebih banyak untuk mendapatkan efek serupa.

Espresso juga tidak selalu berarti mengandung lebih banyak kafein dibanding semua jenis kopi lainnya. Dalam beberapa kondisi, secangkir kopi seduh berukuran besar justru dapat memiliki total kafein lebih tinggi dibandingkan satu shot espresso.

Konsumsi kafein dalam jumlah wajar umumnya aman bagi orang dewasa sehat. Namun, konsumsi berlebihan dapat memicu jantung berdebar, kecemasan, gangguan tidur, hingga masalah pencernaan.

Karena itu, masyarakat disarankan menyesuaikan konsumsi kopi dengan kondisi tubuh dan toleransi masing-masing.

Penelitian mengenai metabolisme kafein dan pengaruhnya terhadap kewaspadaan menunjukkan bahwa konsentrasi minuman serta kecepatan konsumsi dapat memengaruhi persepsi efek stimulasi setelah minum kopi.

Informasi tersebut dilansir dari European Food Safety Authority dan National Institutes of Health yang dipublikasikan pada 18 Oktober 2023.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....