Quarter Life Crisis: Fase Bingung di Usia 20-an, Apakah Kita Baik-Baik Saja?

  • 21 Mei 2026 18:03 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Menginjak usia 20-an, banyak orang justru merasa tidak tenang. Alih-alih merasa dewasa dan stabil, fase ini sering kali diwarnai dengan kebingungan, kecemasan akan masa depan, hingga perasaan tertinggal dibandingkan orang lain. Fenomena yang akrab disebut Quarter Life Crisis ini menjadi sorotan dalam program Jaga Malam di Pro 2 FM RRI Jember, (14/05/2026).

Diskusi interaktif ini menghadirkan dua narasumber, Fingga Fales Andriansyah dan Najwa Farras J.C., mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember, untuk mengupas realitas kehidupan anak muda di usia transisi.

Menurut Najwa, Quarter Life Crisis wajar terjadi karena usia 20-an merupakan fase transisi dari remaja ke dewasa awal. Di masa ini, seseorang sedang gencar mencari identitas diri, namun di saat yang sama, ekspektasi dan tuntutan hidup sudah mulai menumpuk.

"Di usia ini, kita lagi banyak-banyaknya ingin eksplorasi. Tapi, terkadang kita tidak punya batasan, jadi semuanya ingin dilakukan tapi tidak tercapai, yang akhirnya berujung galau," ujar Najwa.

Vingga menambahkan, salah satu pemicu utama kecemasan anak muda saat ini adalah pengaruh media sosial. Banyak individu terjebak membandingkan pencapaian diri dengan standar kesuksesan yang ditampilkan di TikTok atau Instagram.

"Banyak anak muda merasa harus cepat berhasil di usia 20-an. Padahal, proses setiap orang itu beda-beda. Sosial media itu bukan realita, jadi jangan mengukur hidup kita dengan timeline orang lain," tegas Vingga.

Dalam siaran tersebut, terungkap bahwa banyak anak muda cenderung menyembunyikan sisi lelahnya dan berusaha terlihat "baik-baik saja" di depan publik karena takut dianggap lemah atau dibanding-bandingkan oleh lingkungan sekitar.

Langkah realistis yang disarankan untuk menghadapi fase ini adalah dengan mulai menata hidup melalui penyusunan to-do list harian serta memperbaiki pola hidup, seperti menjaga jam tidur agar tidak terganggu insomnia. Selain itu, jangan ragu untuk beristirahat saat merasa lelah, karena healing dan refleksi diri sangat penting untuk mengembalikan keseimbangan mental.

Sebagai penutup, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa Quarter Life Crisis bukanlah tanda kegagalan, melainkan bagian dari proses bertumbuh yang wajar. "Jangan merasa kecil hati. Fokuslah menyiapkan bekal yang maksimal untuk hasil yang maksimal juga," pungkas mereka.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....