Penyakit Ginjal Kerap Tak Bergejala di Tahap Awal
- 17 Mei 2026 06:03 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Penyakit ginjal kerap terlambat terdeteksi karena pada tahap awal tidak menimbulkan gejala yang jelas. Kondisi tersebut membuat banyak penderita baru mengetahui gangguan ginjal setelah memasuki stadium lanjut.
Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Pringgodigdo, menjelaskan ginjal memiliki fungsi penting dalam tubuh, mulai dari memproduksi hormon eritropoietin untuk membantu pembentukan sel darah merah hingga mengatur tekanan darah dan mengaktifkan vitamin D.
Menurutnya, ketika fungsi ginjal terganggu maka berbagai sistem tubuh ikut terdampak, seperti ketidakseimbangan mineral dan elektrolit, anemia akibat menurunnya produksi sel darah merah, hingga gangguan tekanan darah.
“Penyakit ginjal sering terlambat diketahui karena silent disease atau tidak bergejala. Gejala biasanya muncul ketika sudah memasuki stadium lanjut atau tahap akhir,” jelas dr. Pringgodigdo dikutip dari edukasi kesehatan PB PERNEFRI.
Ia mengatakan beberapa gejala yang mulai muncul saat penyakit ginjal berkembang antara lain pembengkakan tubuh, mudah lelah, penurunan nafsu makan, mual, hingga muntah.
Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ginjal. Faktor utama tersebut di antaranya diabetes, hipertensi, konsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan, penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya, serta peradangan atau kerusakan jaringan ginjal.
| Baca juga: Tujuh Warga Bondowoso Terpapar Leptospirosis |
Risiko penyakit ginjal juga lebih tinggi pada orang dengan riwayat keluarga penyakit ginjal, usia di atas 60 tahun, hingga penderita obesitas.
Untuk mencegah kondisi semakin parah, dr. Pringgodigdo menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin.
Beberapa pemeriksaan sederhana yang dianjurkan antara lain pemeriksaan tekanan darah, pengukuran indeks massa tubuh, tes darah untuk mengetahui kadar kreatinin, serta tes urine guna mendeteksi gangguan ginjal sejak awal.
“Dengan deteksi lebih awal, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sehingga kerusakan ginjal tidak berkembang menjadi gagal ginjal tahap akhir,” ujarnya.
Selain pemeriksaan rutin, masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan ginjal, seperti rutin berolahraga, menghindari asap rokok, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan mengelola stres dengan baik.
Menurut dr. Pringgodigdo, menjaga kesehatan ginjal sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah risiko penyakit kronis di kemudian hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....