Ratusan Kader Posyandu Banyuwangi Ikuti Jambore Puspadaya

  • 12 Mei 2026 20:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Ratusan kader posyandu dari berbagai desa di Banyuwangi mengikuti Jambore Kader Posyandu yang digelar di kawasan wisata Hutan De Djawatan, Kecamatan Cluring, Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang peningkatan kapasitas kader kesehatan desa agar semakin aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat berbasis data.

Sebanyak lebih dari 300 kader posyandu ambil bagian dalam jambore tersebut. Mereka merupakan kader yang telah mengikuti pelatihan program Pengambilan Keputusan oleh Perempuan Berdaya (Puspadaya), hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Universitas Airlangga, dan Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua TP PKK Banyuwangi Anna Nazili Hanim Mujiono, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam Universitas Airlangga Dr. Rahardian Indartosusilo, serta Ketua Research Group for Health and Wellbeing of Women and Children Susy Katikana.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan kader posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa.

“Kader adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader posyandu yang terus memberikan pelayanan kesehatan pada warga,” ujar Ipuk, Selasa 12 Mei 2026.

Melalui program Puspadaya, para kader dilatih menggunakan aplikasi digital untuk mengumpulkan dan melaporkan data ibu hamil serta balita. Mereka juga dibekali kemampuan membaca dan menginterpretasikan data untuk mendukung penyusunan program kesehatan dan gizi di desa masing-masing.

Kemampuan tersebut kemudian diuji dalam rangkaian lomba jambore, mulai dari presentasi, penggunaan aplikasi, konsultasi kesehatan, interpretasi data, hingga kemampuan bernegosiasi.

“Lewat kegiatan ini, kami berharap kapasitas para kader semakin meningkat. Kualitas dan kuantitas keterlibatan kader perempuan dalam pengambilan keputusan tingkat desa juga semakin meningkat,” kata Ipuk.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara Pemkab Banyuwangi, Universitas Airlangga, dan Poliwangi terkait implementasi program Puspadaya. Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan sistem integrasi data kesehatan di tingkat desa.

Program Puspadaya sendiri telah berjalan sejak Juni 2025 dan hingga kini telah melatih 208 kader posyandu di Desa Tampo, Sraten, Sembulung, dan Benculuk melalui lebih dari 1.100 sesi pendampingan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menyebut jumlah kader posyandu di Banyuwangi saat ini mencapai lebih dari 13 ribu orang.

“Jambore Kader Posyandu kita laksanakan setiap tahun untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kader dalam pelayanan,” ujar Amir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....