Mahasiswa UNEJ Kaji Produksi Actinium-225 Alternatif Terapi Kanker
- 14 Apr 2026 23:17 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember — Sejumlah mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas MIPA Universitas Jember (UNEJ) mengkaji produksi radioisotop Actinium-225 berbasis reaktor nuklir sebagai alternatif terapi kanker modern.
Penelitian ini dilakukan oleh Muhammad Husein Shodiq bersama timnya, yakni Abdulloh Hasan Shodiq, Damar Nusantoro, Rahmatika Ramadhani, Muhammad Al Rizyad, dan Ag Galang Renda Arjuna.
Mereka menyoroti keterbatasan ketersediaan Actinium-225 yang berperan penting dalam metode Targeted Alpha Therapy (TAT), terapi yang mampu menghancurkan sel kanker secara presisi tanpa merusak jaringan sehat.
Dalam kajiannya, tim memanfaatkan konsep reaktor nuklir jenis Gas Cooled Fast Reactor (GFR) yang menggunakan gas helium sebagai pendingin. Mereka menggunakan bahan bakar Uranium Nitrida dan Plutonium Nitrida (UN-PuN), namun hasil produksi Actinium-225 dinilai masih sangat kecil meski reaktor dioperasikan dalam waktu lama.
Untuk meningkatkan produksi, tim menambahkan Thorium Nitrida (ThN) ke dalam bahan bakar. “Thorium ini seperti sumber awal dalam rantai reaksi pembentukan Actinium, sehingga peluang produksinya bisa meningkat,” ujar Husein Selasa, 14 April 2026.
Tak hanya fokus pada produksi, penelitian ini juga mencakup pengembangan desain reaktor yang lebih aman dan optimal, termasuk perhitungan distribusi panas dan komposisi bahan bakar.
Melalui kajian tersebut, tim ingin menunjukkan bahwa reaktor nuklir tidak hanya berfungsi sebagai pembangkit energi, tetapi juga berpotensi besar dalam bidang kesehatan, khususnya terapi kanker.
Penelitian ini masih berupa kajian awal, namun telah meraih Gold Medal dalam ajang ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) kategori Physics, Energy, and Engineering pada 29 Januari 2026.
Husein berharap riset ini dapat terus dikembangkan sebagai langkah awal pemanfaatan teknologi nuklir di bidang medis di Indonesia, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan dalam penerapannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....