Hati-hati! Sikat Gigi Bisa Lepaskan Partikel Plastik

  • 14 Apr 2026 13:56 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID - Jember, Kebiasaan menyikat gigi setiap hari merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan mulut. Namun, di balik rutinitas tersebut, muncul fakta baru yang perlu diperhatikan yaitu sikat gigi berbahan plastik berpotensi melepaskan partikel mikroplastik.

Dilansir dari jurnal Environmental Protection Agency (EPA), mikroplastik sendiri merupakan potongan plastik berukuran sangat kecil yang sulit terlihat oleh mata. Dalam kajian lingkungan dan kesehatan, mikroplastik diketahui dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai jalur, termasuk makanan, minuman, hingga aktivitas sehari-hari.

Sebagian besar sikat gigi modern terbuat dari bahan plastik seperti nilon pada bulu sikatnya. Saat digunakan, terutama jika ditekan terlalu keras atau sudah mulai aus, bulu sikat dapat mengalami gesekan dan perlahan melepaskan partikel kecil yang berpotensi menjadi mikroplastik.

Hingga saat ini, penelitian mengenai dampak langsung mikroplastik dalam tubuh manusia masih terus berkembang. Namun, sejumlah studi menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dalam jangka panjang dapat berpotensi mengganggu sistem tubuh. Beberapa kekhawatiran yang sering dikaji diantaranya seperti peradangan dalam tubuh, gangguan hormon hingga akumulasi zat asing dalam organ.

Sementara itu beberapa kebiasaan dapat meningkatkan risiko pelepasan mikroplastik dari sikat gigi seperti menyikat gigi terlalu keras, menggunakan sikat gigi yang sudah lama atau rusak, menggunakan air panas secara berlebihan.

Untuk meminimalkan paparan mikroplastik, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana seperti mengganti sikat gigi setiap 2–3 bulan, menyikat gigi dengan tekanan yang tidak terlalu kuat, mempertimbangkan penggunaan sikat gigi berbahan alternatif, seperti bambu.

Meski sikat gigi tetap penting untuk menjaga kebersihan mulut, penggunaannya perlu dilakukan dengan bijak. Potensi pelepasan mikroplastik menjadi pengingat bahwa benda sehari-hari pun dapat memiliki dampak tersembunyi bagi kesehatan dan lingkungan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....