Mengapa Tidur Siang saat Idul Fitri Terasa Sangat Nikmat?

  • 30 Mar 2026 14:43 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,, Jember — Tidur siang saat Idul Fitri kerap terasa lebih nikmat dibanding hari biasa. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan pola aktivitas, kelelahan fisik, serta penyesuaian ritme tubuh setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Selama Ramadhan, pola tidur masyarakat umumnya mengalami perubahan. Waktu istirahat malam cenderung berkurang karena aktivitas sahur dan ibadah malam. Akibatnya, tubuh menyimpan kebutuhan tidur yang belum terpenuhi secara optimal. Saat memasuki Idul Fitri, kesempatan untuk beristirahat lebih longgar, sehingga tidur siang terasa lebih dalam dan menyegarkan. Selain faktor kurang tidur, aktivitas fisik dan sosial saat Idul Fitri juga cukup tinggi. Kegiatan seperti bersilaturahmi, perjalanan, hingga persiapan perayaan dapat menyebabkan kelelahan. Kondisi ini membuat tubuh membutuhkan waktu pemulihan, salah satunya melalui tidur siang.

Asupan makanan saat Idul Fitri juga berperan dalam meningkatkan rasa kantuk. Konsumsi makanan dalam jumlah lebih besar dari biasanya, terutama yang tinggi karbohidrat dan lemak, dapat memicu rasa kenyang dan menurunkan tingkat kewaspadaan. Proses pencernaan yang aktif membuat tubuh cenderung mengalihkan energi untuk metabolisme, sehingga memicu rasa ingin beristirahat. Perubahan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh juga turut memengaruhi. Setelah menjalani pola tidur yang berbeda selama Ramadhan, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri dengan pola normal. Pada fase transisi ini, rasa kantuk di siang hari bisa lebih dominan.

Meski terasa menyenangkan, durasi tidur siang tetap perlu diperhatikan. Tidur siang yang terlalu lama dapat memengaruhi kualitas tidur malam dan menyebabkan rasa lemas setelah bangun. Durasi yang cukup membantu tubuh mendapatkan manfaat pemulihan tanpa mengganggu ritme istirahat. Fenomena tidur siang yang terasa lebih nikmat saat Idul Fitri mencerminkan kebutuhan tubuh akan pemulihan setelah periode aktivitas dan perubahan pola hidup. Dengan pengaturan waktu istirahat yang seimbang, tubuh dapat kembali beradaptasi dan menjalani aktivitas pasca-Ramadhan dengan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....