Gejala Stroke juga Bisa Dilihat dari Wajah

  • 19 Mar 2026 20:43 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID. Salah satu tanda paling mudah dikenali dari stroke adalah perubahan pada wajah, seperti mulut tiba-tiba mencong atau salah satu sisi wajah tampak turun. Gejala sederhana ini sering kali diabaikan, padahal bisa menjadi sinyal awal bahwa seseorang sedang mengalami serangan stroke. "Pada kasus-kasus stroke bisa diidentifikasi dari daerah wajah, contoh pasien mulutnya mencong atau tertarik, banyak mengeluarkan air liur, atau matanya tidak bisa melirik ke samping atau melihat dengan jelas. Jika ada kecurigaan stroke harus segera diperiksa ke rumah sakit," jelas dr.Bambang Tri Prasetyo Sp.N dari RS Pondok Indah, Pondok Indah Jakarta.

Selain pada wajah, gejala stroke lainnya adalah kelemahan pada satu sisi bagian tubuh, mati rasa, kesulitan bicara atau melihat, sakit kepala hebat, mual dan muntah, hingga bicara kacau. Ia menambahkan, jika ada kecurigaan serangan stroke dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk menentukan apakah itu karena stroke perdarahan atau sumbatan pembuluh darah di otak. "Biasanya akan dilakuakan CT-scan, tujuannya untuk melihat atau menilai jaringan otak ada perdarahan atau tidak. Kalau tidak ada perdarahan, dicurigainya stroke sumbatan," tutur dr.Bambang.

Menurut dr.Bambang, jika sumbatannya luas dan banyak, meski gejalanya terlihat "ringan" maka tidak bisa disebut stroke ringan. "Mungkin dia hanya pelo atau lemah di satu sisi tubuh dan masih bisa jalan, tapi kalau foto CT Scan/MRI menunjukkan sumbatan luas maka tak bisa dibilang ringan, pasti berat," ujarnya. Pemberian terapi pengobatan untuk pasien stroke, menurut dr.Bambang, disesuaikan dengan kondisi sumbatan atau perdarahan di otak, serta durasi pasien dibawa ke rumah sakit sejak munculnya gejala.

Dokter Bambang mengingatkan agar masyarakat tidak menunda ke rumah sakit. Idealnya pasien sudah mendapat penanganan kurang dari 4.5 jam setelah ada gejala. Semakin cepat penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan risiko kecacatan atau kematian dapat dicegah.

Pencegahan stroke harus dimulai dengan mencegah faktor risiko, seperti hipertensi, obesitas, diabetes, pola makan yang buruk, kolesterol tinggi, merokok, serta aktivitas fisik yang kurang. Data Riset Kesehatan Dasar di Indonesia menunjukkan tingginya angka faktor risiko dari stroke pada masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....