Mengapa Perut Bisa Berbunyi?
- 28 Feb 2026 14:11 WIB
- Jember
RRI.CO.ID. Apakah perut Anda pernah berbunyi ketika lapar? Ketika Anda lapar, maka gas dapat masuk ke dalam usus dan menyebabkan perut berbunyi. Istilah medis untuk perut bunyi saat lapar adalah borborygmi.Selain saat lapar, perut juga berbunyi ketika makanan sedang dicerna di saluran pencernaan, usus mengandung gas, dan beberapa kondisi lainnya.
Penyebab Perut Berbunyi
Lapar
Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, perut Anda berbunyi ketika Anda lapar. Atau sering disebut dengan perut keroncongan. Ketika lapar, terdapat senyawa di dalam otak sedang mengaktifkan rasa ingin makan. Senyawa tersebut kemudian mengirimkan sinyal komunikasi ke usus dan lambung supaya berkontraksi. Kontraksi itulah penyebab perut Anda bisa berbunyi ketika lapar. Selain karena kontraksi usus dan lambung, perut berbunyi juga bisa menjadi pertanda bahwa kadar gula darah Anda rendah. Apabila kadar gula darah rendah, itulah pertanda bahwa Anda harus segera makan.
| Baca juga: Tanda Paru-paru Kotor |
Usus mengandung gas
Selain karena lapar, perut bunyi juga bisa terjadi karena usus mengandung gas secara berlebihan. Usus bisa mengandung gas berlebih ketika Anda makan terlalu cepat, minum saat olahraga, ataupun karena berbicara saat makan.
Makanan sedang dicerna
Pada saat proses pencernaan makanan, perut juga bisa berbunyi akibat pergerakan makanan, cairan, dan udara di dalam saluran pencernaan. Pada saat makanan dicerna, dinding saluran pencernaan akan berkontraksi untuk mengalirkan makanan hingga ke usus besar dan anus. Kontraksi dinding saluran pencernaan bisa menyebabkan perut berbunyi pula. Perut berbunyi akibat pencernaan makanan biasanya beberapa jam setelah makan atau pada saat akan tidur.
Kondisi medis tertentu
Selain perut bunyi akibat sesuatu yang normal seperti proses pencernaan, perut juga bisa berbunyi lebih sering dan lebih keras akibat kondisi medis tertentu, seperti: penyakit Crohn, radang usus akibat infeksi, diare, kolitis ulserativa (radang pada rektum dan usus besar), alergi makanan tertentu, pendarahan di saluran pencernaan, dan obat pencahar.
Namun, apabila perut tidak berbunyi sama sekali atau berkurang bunyinya juga bisa menandakan adanya kondisi, gangguan atau pertanda penyakit tertentu, seperti gangguan saraf pada usus kosong atau illeum, pasca pembedahan perut, terapi radiasi pada perut, trauma abdomen atau cedera perut, gerakan usus melambat, infeksi rongga perut (peritonitis) atau saluran pencernaan, kadar kalium dan kalsium dalam darah tidak normal, penyumbatan atau obstruksi usus akibat tumor, hernia, atau perlengketan usus, pembuluh darah usus tersumbat oleh pembekuan darah, serta penggunaan obat-obatan seperti antikolinergik, kodein, dan obat bius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....