Apakah Butuh Power Nap Selama Ramadhan?

  • 27 Feb 2026 14:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Perubahan pola tidur selama Ramadhan kerap memengaruhi tingkat energi dan konsentrasi di siang hari. Aktivitas sahur dan ibadah malam dapat mengurangi durasi tidur utama, sehingga sebagian masyarakat mempertimbangkan power nap atau tidur singkat sebagai solusi menjaga kebugaran. Power nap umumnya berlangsung sekitar 10 hingga 30 menit. Durasi tersebut dinilai cukup untuk membantu memulihkan kewaspadaan tanpa memasuki fase tidur dalam yang berisiko menimbulkan rasa pusing setelah bangun. Tidur singkat dapat membantu meningkatkan fokus, memperbaiki suasana hati, serta mengurangi rasa kantuk pada siang hari.

Selama Ramadhan, kebutuhan power nap bergantung pada kualitas dan durasi tidur malam. Jika waktu tidur utama berkurang signifikan, tidur singkat di siang hari dapat membantu menyeimbangkan kebutuhan istirahat. Namun, durasi yang terlalu lama berpotensi mengganggu pola tidur malam berikutnya. Penentuan waktu power nap juga perlu diperhatikan. Tidur singkat pada awal hingga pertengahan siang hari dinilai lebih efektif dibandingkan menjelang sore. Penyesuaian ini membantu tubuh tetap siap menjalani aktivitas hingga waktu berbuka tanpa menurunkan kualitas istirahat malam.

Selain power nap, manajemen energi selama puasa mencakup pengaturan aktivitas fisik dan asupan nutrisi saat sahur serta berbuka. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan hidrasi yang cukup berperan dalam menjaga stabilitas energi sepanjang hari. Kondisi setiap individu dapat berbeda. Faktor usia, beban kerja, serta kebiasaan tidur sebelumnya memengaruhi kebutuhan istirahat tambahan. Pemantauan terhadap tingkat kelelahan dan konsentrasi menjadi indikator apakah power nap diperlukan atau tidak.

Lansiran: Perubahan ritme harian selama Ramadhan mendorong masyarakat mencari strategi menjaga produktivitas tanpa mengabaikan kualitas istirahat.

Sumber:

– World Health Organization

– National Sleep Foundation

– Centers for Disease Control and Prevention

– British Sleep Society

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....