Siang Harimu Loyo, Ini Penyebabnya

  • 26 Feb 2026 17:52 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID. Jember- Siang hari saat waktu bekerja, kita diharuskan untuk fit dan segar agar bisa menyelesaikan berbagai tugas. Jika lelah atau kantuk menyerang, ini tentu bisa mengganggu produktivitas kerja. Jika kamu merasa sudah istirahat cukup, tetapi tetap loyo pada siang hari, bisa jadi satu hal ini penyebabnya. Selain konsumsi kafein di sore hari atau jadwal tidur berantakan, ada satu kebiasaan umum yang sering tak disadari berdampak besar pada tubuh, yaitu makan larut malam. Menurut para ahli gizi, makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat memengaruhi hormon, ritme sirkadian, dan kualitas tidur secara keseluruhan. Akibatnya, tubuh terasa lebih lelah dan kurang bertenaga keesokan harinya.

Mengapa makan larut malam bisa mengganggu tidur?

Samantha Peterson, MS, RD, pendiri Simply Wellness, menjelaskan bahwa makan sebelum tidur dapat membingungkan jam biologis tubuh. Saat malam tiba, tubuh secara alami mempersiapkan diri untuk istirahat dengan meningkatkan melatonin, memperlambat metabolisme, dan masuk ke mode perbaikan.

  1. Insulin naik, melatonin turun
    Setelah makan, insulin otomatis meningkat. Peterson menyebut kondisi ini dapat menekan produksi melatonin, hormon penting yang memberi sinyal kepada otak bahwa waktunya tidur.
  2. Kortisol tetap tinggi
    Pencernaan yang masih aktif membuat kadar kortisol (hormon stres) bertahan lebih lama. Kedua hal ini dapat menghambat tidur dalam dan membuat Anda merasa lebih lelah keesokan paginya.

Jika lapar malam hari, boleh makan?

Jawabannya: boleh, selama dilakukan dengan bijak. Peterson menekankan bahwa memaksakan diri menahan lapar bukan solusi sehat. Tubuh tetap membutuhkan stabilitas, dan rasa lapar yang dibiarkan dapat mengganggu tidur semakin parah. Rebecca Goodrich, RD, edukator kesehatan di L.A. Care Health Plan, menyarankan agar makan malam idealnya dilakukan 2–3 jam sebelum tidur agar ritme sirkadian tetap selaras.

Makanan yang sebaiknya dihindari sebelum tidur

Beberapa jenis makanan memiliki potensi lebih besar mengganggu hormon dan pencernaan, seperti:

Makanan tinggi gula: permen, es krim, minuman manis, pastry

Makanan berat dan tinggi lemak: pizza, gorengan, makanan cepat saji

Porsi makan besar yang membutuhkan waktu cerna lebih lama

Jika memang perlu mengisi perut, Goodrich merekomendasikan camilan ringan sekitar 200 kalori per porsi. Contohnya:

Segenggam kacang

Setengah cangkir edamame

1 buah kiwi kecil

Setengah pisang

Pilihan ini lebih mudah dicerna dan tidak terlalu mengganggu produksi melatonin.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....