Lari Threshold dengan Risiko Shin Splints
- 26 Feb 2026 14:44 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember — Lari threshold atau latihan hingga titik batas lelah menjadi metode populer untuk meningkatkan performa pelari, terutama dalam memperbaiki kecepatan dan daya tahan. Namun, intensitas latihan yang relatif tinggi dalam sesi ini juga dapat meningkatkan risiko cedera, termasuk shin splints atau nyeri pada tulang kering. lari threshold dilakukan pada intensitas yang mendekati batas kemampuan aerobik, di mana tubuh mulai menghasilkan asam laktat lebih cepat dibanding kemampuan membersihkannya. Latihan ini efektif meningkatkan kapasitas aerobik dan efisiensi metabolisme. Meski demikian, beban berulang pada tungkai bawah saat berlari dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan tekanan pada tulang tibia dan jaringan sekitarnya.
Shin splints umumnya ditandai dengan nyeri di sepanjang tulang kering bagian dalam. Kondisi ini sering terjadi akibat peningkatan volume atau intensitas latihan secara mendadak. Pada sesi threshold, langkah yang lebih cepat dan dorongan kaki yang lebih kuat dapat memperbesar gaya benturan dengan permukaan lari, terutama jika tidak diimbangi kekuatan otot dan teknik yang memadai. Faktor lain yang memengaruhi risiko shin splints meliputi permukaan lari yang keras, penggunaan sepatu yang tidak sesuai, serta kurangnya variasi latihan. Pelari yang belum memiliki fondasi daya tahan yang cukup berisiko lebih tinggi mengalami cedera bila langsung memasukkan sesi threshold dalam program latihannya.
Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui peningkatan intensitas secara bertahap, penguatan otot betis dan otot sekitar pergelangan kaki, serta memastikan periode pemulihan yang cukup. Variasi latihan, termasuk lari intensitas ringan dan latihan kekuatan, membantu mengurangi beban berulang pada struktur yang sama. Pemahaman mengenai prinsip periodisasi latihan menjadi penting agar manfaat lari threshold tetap optimal tanpa meningkatkan risiko cedera. Evaluasi terhadap respons tubuh, termasuk munculnya rasa nyeri yang tidak biasa, perlu dilakukan sebelum melanjutkan intensitas tinggi secara konsisten.
Lansiran: Peningkatan minat terhadap latihan berbasis performa mendorong pelari memasukkan sesi threshold dalam program latihan, sehingga edukasi mengenai pencegahan cedera semakin dibutuhkan.
Sumber:
– American College of Sports Medicine
– World Athletics
– British Journal of Sports Medicine
– National Health Service
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....