Kenali Gejala Diare dan Cara Penanganan yang Tepat

  • 26 Feb 2026 10:23 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan penyakit diare, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan balita. Edukasi mengenai gejala dini serta langkah pertolongan pertama menjadi kunci penting dalam mencegah komplikasi serius hingga kematian.

Diare didefinisikan oleh WHO sebagai kondisi buang air besar dengan konsistensi cair sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari. SCOPH CIMSA UNEJ, Maria Ratna Kristina, menjelaskan bahwa perubahan frekuensi dan bentuk feses merupakan indikator utama yang harus diwaspadai.

"Diare bisa dicurigai kalau BAB jadi lebih sering dan biasanya bentuknya benar-benar cair. Harus waspada jika muncul gejala lain seperti mual, muntah, demam, atau ada lendir dan darah dalam feses," ujar Ratna dalam dialog Jaga Malam Pro 2 RRI Jember, Jumat 20 Februari 2026.

Dalam penanganannya, Ratna memperkenalkan metode "Ozana", yang meliputi pemberian oralit, zink, pemberian ASI dan makanan tetap dilanjutkan, pemberian nasihat, serta antibiotik selektif. Oralit ditekankan sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang guna mencegah lemas.

Masyarakat juga dapat membuat larutan pengganti mandiri di rumah jika dalam kondisi mendesak. "Campurkan setengah sendok teh garam dan dua sendok makan gula ke dalam satu liter air matang. Jadi bukan hanya air garam saja," jelasnya.

Selain pengobatan, langkah pencegahan melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tetap menjadi garda terdepan. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan memastikan kebersihan bahan pangan sangat efektif memutus rantai penularan virus rota, yang menjadi penyebab 60-70 persen kasus diare.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....