Bahaya Tersembunyi di Balik Kelezatan Makanan Pedas

  • 24 Feb 2026 14:15 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Bagi masyarakat Indonesia, sambal atau cabai bukan sekadar pelengkap, melainkan komponen utama dalam setiap hidangan. Sensasi "terbakar" yang dipicu oleh zat kapsaisin memang mampu meningkatkan nafsu makan dan melepaskan hormon endorfin yang membuat ketagihan. Namun, di balik kenikmatan tersebut, konsumsi makanan pedas yang berlebihan menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh disepelekan. Berikut beberapa dampak buruk mengkonsumi makanan pedas bagi tubuh :

  1. Gangguan Pencernaan Akut : Efek paling instan dari makanan pedas terjadi pada saluran pencernaan. Kapsaisin bersifat iritan yang dapat merangsang dinding lambung dan usus secara agresif.
  2. Penurunan Sensitivas Lidah : Sering mengonsumsi makanan dengan tingkat kepedasan ekstrem secara perlahan dapat merusak reseptor rasa pada lidah. Fenomena ini membuat seseorang sulit merasakan profil rasa yang halus (seperti rasa gurih yang tipis atau manis alami) dari makanan lain. Akibatnya, penderita cenderung menambah kadar garam atau penyedap rasa lebih banyak agar makanan terasa "nikmat," yang justru memicu risiko hipertensi.
  3. Gangguan Tidur (Insomnia) : Mungkin terdengar tidak lazim, namun sains membuktikan bahwa makan pedas di malam hari dapat merusak kualitas tidur. Kapsaisin dapat meningkatkan suhu inti tubuh (thermogenesis). Padahal, agar tubuh bisa jatuh terlelap dengan nyenyak, suhu tubuh idealnya harus menurun. Peningkatan suhu ini membuat tubuh tetap terjaga dan gelisah.
  4. Resiko Memperparah Ambien : Secara medis, makanan pedas bukanlah penyebab langsung ambeien atau wasir. Namun, jika Anda sudah memiliki riwayat penyakit ini, makanan pedas adalah musuh utama. Iritasi yang terjadi saat buang air besar akibat sisa kapsaisin dapat menyebabkan pembengkakan pembuluh darah di anus semakin parah dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Selain dampak diatas, mengkonsumsi makanan pedas secara berlebihan dalam jangka waktu yang panjang juga dapat menimbulkan beberapa penyakit pencernaan seperti :

  1. Gastritis (Maag): Konsumsi pedas berlebih dapat mengikis lapisan mukosa lambung, menyebabkan peradangan yang memicu nyeri ulu hati dan mual.

  2. Refluks Asam (GERD): Makanan pedas dapat melemahkan otot katup kerongkongan bawah (LES), membiarkan asam lambung naik kembali ke tenggorokan dan menyebabkan sensasi heartburn.

  3. Diare (Capsaicin Burn): Kapsaisin mempercepat gerak usus. Akibatnya, usus tidak sempat menyerap air dengan maksimal, yang berujung pada diare. Seringkali, proses ekskresi pun akan terasa panas karena zat ini tidak sepenuhnya hancur oleh proses pencernaan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....