Pilihan Terbaik antara Air Putih dan Kurma
- 23 Feb 2026 17:02 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Memasuki waktu berbuka puasa, banyak individu sering kali merasa bimbang dalam menentukan urutan konsumsi antara air putih atau buah kurma terlebih dahulu. Secara medis dan tradisi, kedua asupan ini memiliki peran krusial dalam mengembalikan kondisi tubuh yang telah kehilangan energi serta cairan selama lebih dari dua belas jam. Namun, memahami fungsi masing-masing asupan tersebut dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dalam menyerap nutrisi setelah masa istirahat yang panjang.
Mengonsumsi air putih sebagai langkah pertama saat membatalkan puasa merupakan tindakan yang sangat disarankan untuk mengatasi dehidrasi secara cepat. Air mineral berfungsi untuk membasahi kerongkongan yang kering serta mempersiapkan lambung agar tidak terkejut saat menerima makanan yang lebih padat nantinya. Dengan suhu air yang sejuk atau ruang, sistem pencernaan akan lebih mudah menyesuaikan diri dibandingkan jika langsung menerima asupan yang memiliki rasa tajam atau suhu yang terlalu ekstrem.
Di sisi lain, mengonsumsi buah kurma memiliki keunggulan dalam hal pemulihan energi instan karena kandungan gula alaminya yang sangat tinggi namun mudah diserap. Kurma mengandung glukosa dan fruktosa yang dapat segera meningkatkan kadar gula darah yang menurun drastis selama berpuasa tanpa membebani kinerja pankreas secara berlebihan. Selain itu, kandungan serat yang terdapat pada buah kurma juga berfungsi untuk memicu produksi enzim pencernaan sehingga tubuh menjadi lebih siap untuk mengolah makanan utama.
Idealnya, kombinasi keduanya dilakukan secara beriringan dengan mendahulukan air putih dalam jumlah secukupnya kemudian diikuti dengan beberapa butir buah kurma. Air putih berperan sebagai pembuka jalur metabolisme, sementara kurma bertugas memberikan suntikan tenaga pertama bagi otak dan otot yang mulai lemas. Pola ini dianggap paling seimbang karena mampu menghidrasi sel-sel tubuh sekaligus mengembalikan keseimbangan kadar glukosa dalam waktu yang relatif singkat dan aman bagi kesehatan lambung.
Pemberian jeda waktu setelah mengonsumsi air putih dan kurma sebelum menuju makanan berat juga sangat direkomendasikan untuk menghindari risiko perut kembung atau begah. Jeda ini memberikan kesempatan bagi otak untuk menerima sinyal kenyang sehingga seseorang tidak akan makan secara berlebihan saat menu utama dihidangkan. Kebiasaan sederhana namun tertib ini terbukti efektif dalam menjaga berat badan tetap ideal serta mencegah rasa kantuk yang sering muncul akibat lonjakan gula darah yang terlalu mendadak.
Melalui pemahaman mengenai urutan berbuka yang tepat, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan kondisi fisik yang tetap prima setiap harinya. Pilihan untuk mendahulukan air putih atau kurma pada dasarnya saling melengkapi dan tidak perlu dipertentangkan selama dilakukan dalam porsi yang wajar. Dengan mengutamakan kesehatan pencernaan, proses pemulihan energi setelah seharian beraktivitas akan berlangsung lebih sempurna dan mendukung kelancaran ibadah selanjutnya pada malam hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....