Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi Bersama Durian
- 21 Feb 2026 14:38 WIB
- Jember
RRI.CO.ID. Jember- Durian, si “raja buah” yang dikenal karena aromanya yang tajam dan rasa manis legitnya, ternyata menyimpan potensi bahaya jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu. Meski kaya manfaat, konsumsi durian yang sembarangan—terutama jika dipadukan dengan makanan atau minuman yang salah—bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Menurut Dr. Huynh Tan Vu dari Rumah Sakit Universitas Kedokteran dan Farmasi Ho Chi Minh City, durian memiliki kandungan vitamin, mineral, serat, protein, dan fitonutrien yang sangat tinggi. Di balik rasa lezatnya, durian mampu memperkuat sistem imun, memperlancar pencernaan, menurunkan tekanan darah, hingga meredakan gejala cemas dan depresi.
Alkohol: Kombinasi Panas Berbahaya
Mengonsumsi durian bersamaan dengan alkohol bisa memicu peningkatan panas dalam tubuh secara ekstrem. Ini sangat berbahaya bagi penderita tekanan darah tinggi atau diabetes karena bisa menyebabkan sakit kepala, jantung berdebar, hingga risiko perdarahan atau stroke. “Kombinasi durian dan alkohol menyebabkan tubuh terlalu panas. Pada penderita hipertensi atau diabetes, ini bisa berujung pada komplikasi serius,” ujar Dr. Vu.
Daging Tertentu dan Makanan Laut
Durian kaya akan gula, lemak, kalium, dan memiliki indeks glikemik yang tinggi. Ketika dikombinasikan dengan daging berlemak seperti daging sapi, kambing, atau makanan laut—yang sudah tinggi lemak jenuh dan protein—kombinasi ini bisa memicu lonjakan kolesterol secara drastis. Hati-hati, ini bisa berdampak pada kesehatan jantung.
Makanan Pedas
Sifat durian yang “menghangatkan” tubuh bisa makin parah bila dikombinasikan dengan makanan pedas seperti cabai, jahe, bawang putih, atau lada. Kombinasi ini memicu rasa gelisah, tidak nyaman, hingga gangguan lambung.
Kopi
Durian mengandung senyawa belerang yang dapat menghambat kerja enzim aldehyde dehydrogenase saat bercampur dengan kafein dari kopi. Akibatnya, tubuh gagal menetralkan hingga 70% zat oksidan dalam sel. Akumulasi toksin pun bisa terjadi, memicu gangguan kesehatan serius.
Siapa yang Harus Menghindari Durian?
Meski bernutrisi tinggi, durian bersifat “panas” dan mengandung kalori yang cukup tinggi. Artinya, ada kelompok tertentu yang sebaiknya membatasi atau bahkan menghindari konsumsi durian:
Penderita Jerawat dan “Panas Dalam”
Dalam pengobatan tradisional Timur, durian dikategorikan sebagai makanan “panas” yang bisa memperparah jerawat dan peradangan.
Ibu Hamil
Durian bisa menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan pada ibu hamil karena kadar gula dan sifat menghangatkannya yang tinggi.
Penderita Flu, Batuk, atau Sembelit
Durian dapat meningkatkan produksi dahak, memperburuk kondisi radang tenggorokan, serta memperparah sembelit dan wasir.
Penderita Diabetes, Obesitas, atau Hipertensi
Dengan indeks glikemik hingga 70% dan kandungan kalori tinggi, durian dapat memicu lonjakan kadar gula darah dan tekanan darah.
Pasien Gagal Ginjal atau Penyakit Jantung
Kadar kalium yang tinggi dalam durian berbahaya bagi mereka yang memiliki gangguan fungsi ginjal atau jantung, karena bisa memicu aritmia atau serangan jantung mendadak.
Lansia dan Penderita Infeksi atau Masalah Ginekologi
Durian kaya akan selulosa yang bisa menyebabkan penyumbatan usus pada lansia. Sementara itu, penderita tumor ginekologi, masalah prostat, atau infeksi juga dianjurkan untuk menjauhinya.
Mereka yang Sedang Diet
Satu kilogram durian mengandung sekitar 1.350 kalori—setara kebutuhan kalori harian rata-rata orang dewasa. Satu potong kecil (40 gram) saja mengandung 56 kalori. Bagi yang sedang berusaha menurunkan berat badan, cukup konsumsi 2–3 potong durian (168–339 kalori) maksimal dua kali dalam seminggu.
Durian memang lezat dan bermanfaat, tetapi seperti semua hal baik dalam hidup—harus dikonsumsi dengan bijak. Kenali kondisi tubuh Anda, perhatikan pasangan makanannya, dan jangan ragu berkonsultasi dengan ahli jika ragu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....