Mengenal Gejala Penurunan Performa pada Pelari
- 30 Jan 2026 09:47 WIB
- Jember
RRI.co.id, Jember — Penurunan performa pada pelari dapat terjadi secara bertahap maupun tiba-tiba, meski volume latihan tidak mengalami perubahan signifikan. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan kelelahan fisik dan mental akibat ketidakseimbangan antara latihan, pemulihan, dan kebutuhan tubuh. Gejala penurunan performa umumnya ditandai dengan rasa lelah berkepanjangan, kecepatan lari yang menurun, serta waktu pemulihan yang lebih lama dari biasanya. Pelari juga dapat mengalami penurunan motivasi, gangguan tidur, serta peningkatan denyut jantung saat latihan dengan intensitas yang sebelumnya masih terasa ringan.
Selain faktor latihan, asupan nutrisi yang tidak mencukupi turut berperan dalam menurunnya performa. Kekurangan energi, cairan, atau zat gizi tertentu dapat memengaruhi fungsi otot dan sistem metabolisme. Kondisi ini dapat diperparah oleh stres, kurang tidur, atau jadwal latihan yang terlalu padat tanpa jeda pemulihan yang memadai. Penurunan performa yang tidak segera ditangani berpotensi berkembang menjadi kondisi overreaching atau overtraining. Pada tahap ini, tubuh tidak mampu beradaptasi dengan beban latihan sehingga risiko cedera dan gangguan kesehatan meningkat. Oleh karena itu, pemantauan respons tubuh terhadap latihan menjadi bagian penting dalam program lari.
Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menyesuaikan volume dan intensitas latihan, memastikan waktu istirahat yang cukup, serta menjaga keseimbangan nutrisi dan hidrasi. Variasi latihan, termasuk latihan kekuatan dan latihan lintas cabang, juga membantu mengurangi beban berulang pada kelompok otot tertentu. Pemahaman mengenai tanda-tanda awal penurunan performa diharapkan dapat membantu pelari mengambil langkah penyesuaian lebih dini. Pendekatan latihan yang terukur dan berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga performa dan kesehatan jangka panjang.
Lansiran: Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam olahraga lari mendorong kebutuhan edukasi mengenai pengelolaan latihan dan pemulihan guna mencegah penurunan performa.
Sumber:
– World Health Organization (WHO)
– American College of Sports Medicine (ACSM)
– International Olympic Committee (IOC)
– British Journal of Sports Medicine
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....