Banyuwangi Perkuat Layanan Stroke Lewat I-Care dan Neurointervensi

  • 16 Nov 2025 19:52 WIB
  •  Jember

KBRN, Banuywangi: Atisipasi peningkatan kasus stroke, Pemkab Banyuwangi menghadirkan inovasi Sistem Rujukan Cepat Pasien Stroke (I-Care) serta layanan neurointervensi guna meningkatkan keberhasilan diagnosis dan penanganan pasien. Hal ini disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam peringatan World Stroke Day yang digelar di area Car Free Day (CFD) Jalan A. Yani, Minggu (16/11/2025).

“Layanan stroke menjadi prioritas karena tren kasusnya terus meningkat. Maka, kita bergerak cepat, kita bangun sistem, inovasi, dan peralatan yang andal agar masyarakat mendapatkan layanan terbaik,” ujar Bupati Ipuk.

Prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk dengan sekitar 2,9 juta kasus baru setiap tahun. Sementara itu, Survei Kesehatan Nasional 2023 mencatat prevalensi stroke di Jawa Timur sebesar 9 per mil pada penduduk usia ≥15 tahun. Dengan populasi Banyuwangi sekitar 1,7 juta jiwa, diperkirakan 10.800 penduduk berisiko mengalami stroke setiap tahun.

Ipuk menambahkan, pemkab terus mendorong pencegahan penyakit tidak menular, termasuk stroke, melalui edukasi kepada masyarakat. Upaya penanganan juga diperkuat seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan.

Dalam kegiatan itu, pengunjung mendapat edukasi mengenai risiko, gejala, dan bahaya stroke. Pemkab juga menyediakan layanan skrining kesehatan, termasuk pemeriksaan USG Doppler carotid dan Transcranial Doppler (TCD) gratis untuk mendeteksi penyempitan pembuluh darah ke otak.

“Terima kasih kepada semua yang telah bekerja keras untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Banyuwangi. Semoga inovasi ini bisa membantu menekan kasus stroke di Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk.

Plt. Direktur RSUD Blambangan, dr. Siti Asiyah Anggraeni, menjelaskan pihaknya terus mengembangkan inovasi untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas penanganan stroke. Salah satunya melalui I-Care yang memfasilitasi rujukan cepat pasien sehingga meningkatkan keberhasilan penanganan dalam golden period, yakni 4,5 jam sejak serangan awal.

“Layanan ini bisa diakses dengan mudah melalui superapps Smart Kampung,” ujar Asiyah.

RSUD Blambangan juga mengembangkan layanan CODE STROKE yang memastikan pasien dalam golden period langsung ditangani tim IGD untuk mendapatkan golden standard diagnosis. Layanan tersebut mencakup CT Scan 128 slice yang menunjang akurasi diagnosis serta terapi trombolisis (r-TPA) sesuai standar klinis.

“Berkat inovasi ini, RSUD Blambangan meraih Diamond Award dari International Angels Initiative yang berbasis di Jerman. Penghargaan ini menandai bahwa layanan stroke kami telah memenuhi standar global,” ucap Asiyah.

Tidak hanya pada fase emergensi, RSUD Blambangan juga memperkuat layanan spesialistik lanjutan melalui tim BENVI (Blambangan Neurovascular & Neurointervensi).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....