Berdiri Terlalu Lama, Apa Dampaknya?

  • 31 Jul 2025 19:53 WIB
  •  Jember

KBRN,Jember: Dalam beberapa kegiatan, kita diharuskan berdiri dalam waktu yang cukuplama. Misalnya, mengantri, menonton konser artis favorit, dan kegiatan-kegiatanlainnya. Berdiri terlalu lama ternyata memberi dampak pada kesehatan kita, baiksecara langsung maupun tidak langsung.

Apa yang Terjadi Saat Berdiri Terlalu Lama?

Banyak kegiatan yang mengharuskan Anda berdiri dalam jangka waktu yang lama, seperti mengantri, menonton konser hingga bekerja. Ada banyak bidang pekerjaan yang mengharuskan karyawan berdiri dalam jangka waktu yang lama setiap harinya, seperti kasir, barista kedai kopi, sales promotion girl/boy (SPG atau SPB), dan masih banyak lagi.

Dalam artikel Evidence of Health Risks Associated with Prolonged Standing at Work and Intervention Effectiveness, Waters dan Dick menyebutkan bahwa berada dalam posisi berdiri dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai gangguan fisik hingga penyakit serius. Gangguan dan penyakit ini muncul berdasarkan lama waktu yang dibutuhkan untuk berdiri, alas kaki atau alas berdiri yang digunakan, serta kontinuitas dalam jangka waktu tertentu.

Ada beberapa gangguan dan penyakit yang muncul sebagai efek berdiri terlalu lama. Seperti nyeri punggung bagian bawah dan nyeri kaki, gangguan kardiovaskular, kelelahan, ketidaknyamanan pada fisik, serta efek negatif pada wanita hamil. Gangguan kesehatan dan kondisi fisik ini muncul dalam jangka waktu berdiri yang berbeda-beda, meski begitu hal ini menunjukkan bahwa berdiri dalam waktu lama dapat mempengaruhi kesehatan Anda.

Berikut penjelasan gangguan kesehatan akibat berdiri terlalu lama.

Nyeri Punggung Bawah

Kegiatan yang mengharuskan Anda berdiri dalam waktu lama dan terus berulang dalam periode tertentu dapat membawa efek buruk bagi kesehatan, salah satunya nyeri punggung bagian bawah.

Berdiri dalam waktu lama secara terus-menerus dapat menghasilkan peningkatan yang siginifikan dalam koaktivitas otot gluteus atau gluteus medius (GM). Otot ini merupakan otot yang berfungsi menstabilkan panggul selama berdiri, saat memutar tubuh dan memutar paha ke samping di bagian pinggul.

Lebih lanjut, beberapa hasil dari penelitian mengenai postur berdiri dalam jangka panjang adalah:

● 40 persen dari peserta mulai menderita nyeri punggung bagian bawah

● Muncul peningkatan pusat stabilitas postural dari pengukuran tekanan selama posisi berdiri yang sama

● Pria memiliki pusat tekanan ekskursi yang lebih besar dibandingkan dengan wanita pada posisi berdiri dengan satu kaki

Di sisi lain, disebutkan bahwa berdiri terlalu lama dalam kegiatan sehari-hari dapat memunculkan ketidaknyamanan bagian tubuh secara signifikan pada bagian punggung, pergelangan kaki dan telapak kaki dibandingkan dengan mereka yang duduk hampir sepanjang hari.

Masalah Kardiovaskular

Sejumlah penelitian telah mengkaji efek berdiri terlalu lama pada kesehatan kardiovaskular. Aspek-aspek yang dipelajari termasuk arteriosklerosis karotis, edema kaki, gejala ortostatik (kepala terasa ringan atau pusing), detak jantung, tekanan darah, serta penyakit yang menyerang pembuluh vena (seperti varises, penyakit vena kronis, dan insufisiensi vena kronis).

Pekerja yang berdiri terlalu lama dapat menderita gangguan detak jantung selama bekerja. Selain itu, beberapa risiko juga muncul akibat postur yang sama, seperti varises dan gangguan vena kronis. Hal ini disebabkan oleh adanya tekanan terus-menerus yang mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah. Berdiri terlalu lama juga dapat menimbulkan kram kaki saat malam hari hingga komplikasi kesehatan yang serius. Seperti penyakit jantung, varises kaki, hingga kelainan tulang belakang.

Dari sekian penelitian, terdapat kesamaan bahwa berdiri terlalu lama berpotensi berbahaya dalam pengembangan masalah vaskular bagi mereka yang harus berdiri terlalu lama. Apakah paparan ini menyebabkan masalah kaki kronis jangka panjang masih belum jelas, namun mengarah pada efek kesehatan yang akut apabila terus dilakukan.

Kelelahan dan Ketidaknyamanan Fisik

Berdiri terlalu lama juga dapat menimbulkan kelelahan dan ketidaknyamanan fisik. Hal ini dikarenakan tubuh diharuskan pada posisi yang sama secara berulang. Tingkat kelelahan dan ketidaknyamanan ini berbeda antara satu individu dengan individu lainnya.

Tingkat kelelahan serta ketidaknyamanan dapat dipengaruhi oleh alas kaki yang digunakan, kepadatan dan perbedaan permukaan tempat berdiri, juga dipengaruhi beberapa gerakan yang dilakukan. Apabila Anda berdiri terlalu lama dengan gerakan yang minim ataupun dengan gerakan yang sama setiap waktu, maka akan memperbesar tingkat kelelahan serta ketidaknyamanan fisik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Gangguan pada Kehamilan

Berdiri terlalu lama membawa dampak pada kehamilan. Meski terhitung jarang terjadi, namun berdiri terlalu lama dapat membawa efek buruk pada kehamilan, seperti kelahiran prematur, keguguran, hingga berpengaruh pada berat badan bayi. Hal ini dapat terjadi pada pekerja yang harus berdiri dalam waktu lebih dari 8 jam setiap harinya.

Berapa Waktu Ideal untuk Berdiri dalam Sehari?

Dalam berkegiatan sehari-hari, berdiri dan duduk harus imbang untuk menghindari efek buruk bagi kesehatan. Waktu berdiri yang ideal dalam sehari setidaknya 30 menit per jam guna mendapatkan manfaat kesehatan.

Apabila dalam pekerjaan Anda diharuskan berdiri dalam waktu lama, untuk waktu kerja 8 jam sehari maka rasio tertinggi untuk berdiri adalah 45 menit penuh setiap jamnya. Waktu ideal ini juga dapat diselingi dengan gerakan-gerakan lain, seperti peregangan otot atau stretching, duduk, dan bergerak atau berjalan kaki dalam periode waktu tertentu.

Bagaimana Mengatur Waktu Saat Harus Berdiri Terlalu Lama?

Untuk menyeimbangkan postur yang sehat, Anda bisa melakukan 20-8-2 rule atau pola 20-8-2 yang dapat diaplikasikan selama bekerja.

Untuk setiap setengah jam kerja:

● Duduk selama 20 menit

● Berdiri selama 8 menit

● Bergerak atau lakukan stretching selama 2 menit

Frekuensi perubahan posisi mungkin lebih penting daripada panjang waktu istirahat. Mengubah posisi secara berkala dapat membantu mencegah kelelahan dan ketidaknyamanan fisik selama berdiri terlalu lama dalam bekerja. Anda bisa melakukan pola 20-8-2 dengan bantuan alarm pada ponsel atau memasang timer pada perangkat komputer.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....