Bahaya Jamur Kulit Menyebar: Jangan Diabaikan

  • 03 Mar 2025 12:40 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki dua musim, yaitu kemarau dan penghujan. Masing-masing musim memiliki ciri tersendiri, tidak terkecuali dalam hal jenis penyakit yang banyak muncul. Pada musim hujan, apalagi ketika intensitasnya tinggi, kondisi udara akan lebih lembap. Kondisi ini ideal bagi berbagai agen penyebab penyakit untuk tumbuh dan berkembang, salah satunya jamur Perkembangbiakan jamur di musim hujan dapat menimbulkan infeksi di kulit. Infeksi jamur kulit bisa menyebabkan berbagai gejala merugikan.

Jamur kulit tidak hanya menimbulkan rasa gatal dan ketidak nyamanan, tetapi juga dapat menyebar ke area tubuh lainnya, bahkan memicu komplikasi yang lebih parah. Penyebaran jamur kulit bisa terjadi melalui kontak langsung dengan penderita atau benda yang terkontaminasi. Infeksi jamur pada kulit sering menyebar melalui kontak langsung. Kontak langsung dapat mencakup kontak dengan jamur pada pakaian atau barang lain, atau pada orang dan hewan.

Terdapat banyak jenis infeksi jamur kulit. Biasanya, infeksi jamur pada kulit diberi nama sesuai dengan lokasi kulit yang terinfeksi atau jenis jamur yang menginfeksi.

Berikut ini adalah beberapa jenis infeksi jamur pada kulit yang sering terjadi dilansir Klik Dokter,

1. Kutu Air

Tinea pedis atau kutu air adalah infeksi jamur yang menyerang kaki, seringkali muncul di antara jari-jari kaki. Gejalanya berupa rasa gatal, sensasi terbakar, menyengat di antara jari-jari kaki atau telapak kaki. Orang dengan infeksi jamur ini juga akan memiliki kulit yang tampak bersisik, merah, kering, pecah-pecah, atau melepuh. Dalam beberapa kasus, tinea pedis dapat menyebar ke area tubuh lain, seperti kuku, selangkangan, atau tangan.

2. Panu

Tinea versicolor atau panu adalah infeksi jamur pada kulit yang menyebabkan bercak-bercak kecil berbentuk oval pada kulit. Infeksi ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari jenis jamur tertentu yang disebut Malassezia. Bercak kulit berubah warna ini sering terjadi di punggung, dada, dan lengan atas.

3. Kurap

Tinea corporis biasa dikenal sebagai kurap. Biasanya terjadi di tubuh dengan gejala ruam berbentuk cincin dengan tepi yang sedikit lebih tinggi. Kulit di dalam ruam ini umumnya juga terlihat sehat. Meski begitu, ruam dapat menyebar dan seringkali terasa gatal.

4. Jamur Selangkangan

Tinea cruris adalah infeksi jamur pada kulit di area selangkangan dan paha. Gejala utamanya adalah ruam merah gatal yang biasanya dimulai di daerah selangkangan atau sekitar paha bagian dalam atas. Faktor lingkungan yang lembap dan panas juga menjadi pemicu utama pertumbuhan jamur. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi jamur kulit dapat meluas dan menyebabkan infeksi sekunder, seperti bakteri yang masuk melalui luka akibat garukan.

5. Jamur Kepala

Tinea capitis adalah infeksi jamur pada kulit kepala dan batang rambut. Biasanya terjadi pada anak kecil. Gejala dapat berupa bercak botak lokal yang mungkin tampak bersisik, merah, gatal, atau nyeri.

6. Jamur Kuku

Tinea unguium adalah infeksi jamur pada kuku baik kuku tangan maupun kuku kaki. Kuku dapat berubah warna menjadi kuning, coklat, atau putih, rapuh atau mudah patah, dan menebal. Jika sudah parah, kuku mungkin akan diangkat sebagian atau seluruhnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....