Mengenal Perbedaan Lipedema dan Normal Fat
- 25 Jan 2025 11:28 WIB
- Jember
KBRN, Jember. Banyak orang menganggap penumpukan lemak di tubuh, terutama di area tertentu seperti paha, betis, dan lengan, merupakan hasil dari pola makan yang kurang sehat atau kurangnya aktivitas fisik. Namun, tidak semua lemak tubuh adalah "normal fat" yang dapat diatasi dengan diet dan olahraga.
Salah satu kondisi yang sering disalahartikan sebagai penumpukan lemak biasa adalah lipedema, sebuah gangguan kronis yang menyebabkan penumpukan lemak abnormal pada bagian tubuh tertentu. Lipedema berbeda dengan lemak normal karena sifatnya yang tidak responsif terhadap pola makan atau aktivitas fisik, serta disertai gejala lain.
Dikutip dari KlikDokter, Lipedema adalah kondisi medis kronis yang ditandai dengan penumpukan lemak abnormal di bawah kulit, terutama pada tubuh bagian bawah seperti paha, betis, dan bokong. Kondisi ini sering memengaruhi kedua sisi tubuh secara simetris, tetapi tidak melibatkan tangan atau kaki. Meskipun lipedema paling umum terjadi pada wanita, pria juga bisa mengalami kondisi ini, meskipun jarang. Lipedema bukanlah hasil dari makan berlebihan atau kurang olahraga, melainkan kondisi yang disebabkan oleh gangguan distribusi lemak dalam tubuh. Penumpukan lemak pada lipedema sering kali disertai rasa nyeri, sensitivitas pada kulit, dan kecenderungan untuk mudah memar.
Gejala dan Tanda-tanda Lipedema pada Tubuh
Lipedema memiliki gejala yang cukup khas, yang membedakannya dari lemak normal:
1. Penumpukan lemak yang tidak proporsional
Lemak terakumulasi di area tertentu seperti paha, betis, bokong, dan lengan atas, tetapi tidak memengaruhi tangan atau kaki.
Tubuh bagian atas mungkin tetap langsing, menciptakan perbedaan ukuran yang mencolok antara bagian atas dan bawah tubuh.
2. Nyeri dan sensitivitas pada kulit
Area yang terkena lipedema sering kali terasa nyeri atau tidak nyaman, bahkan saat disentuh ringan.
Sensitivitas kulit meningkat, membuat penderita merasa tidak nyaman saat mengenakan pakaian yang ketat.
3. Memar yang mudah terjadi
Pembuluh darah di bawah kulit pada area lipedema lebih rapuh, menyebabkan kulit mudah memar meskipun hanya mendapatkan tekanan ringan.
4. Rasa berat dan tegang pada tubuh
Lemak yang menumpuk memberikan perasaan berat dan tegang pada tubuh bagian bawah, terutama setelah berdiri atau berjalan dalam waktu lama.
5. Tekstur kulit yang kasar dan tidak merata
Kulit di area yang terkena lipedema sering memiliki tekstur seperti kulit jeruk (cellulite) yang lebih menonjol dibandingkan lemak normal.
Penyebab Lipedema
Meskipun penyebab pasti lipedema belum sepenuhnya diketahui, para ahli mengidentifikasi beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap perkembangan kondisi ini:
1. Faktor genetik
Lipedema sering kali ditemukan dalam keluarga, menunjukkan adanya komponen genetik. Jika anggota keluarga memiliki riwayat lipedema, risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini meningkat.
2. Perubahan hormonal
Kondisi ini lebih sering muncul atau memburuk selama periode perubahan hormon, seperti pubertas, kehamilan, atau menopause. Hal ini menunjukkan bahwa hormon, khususnya estrogen, memainkan peran dalam perkembangan lipedema.
3. Disfungsi pembuluh darah atau sistem limfatik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lipedema dapat terkait dengan gangguan pembuluh darah atau sistem limfatik, yang memengaruhi distribusi cairan dan lemak dalam tubuh.
4. Peradangan kronis
Lipedema juga dikaitkan dengan peradangan kronis tingkat rendah, yang dapat memperburuk penumpukan lemak dan menyebabkan pembengkakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....