Ketangguhan dan Ambisi Para Jawara Hemat Energi KMHE 2026
- 03 Okt 2026 17:59 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember — Deru mesin rakitan dan kesibukan mekanik muda mewarnai atmosfer Universitas Jember (UNEJ) pada 1–5 Oktober 2026. Untuk kedua kalinya secara beruntun, UNEJ kembali dipercaya oleh Belmawa Kemendikbudristek menjadi tuan rumah Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026. Ajang bergengsi tingkat nasional ini menjadi panggung pembuktian inovasi efisiensi energi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kembali ditunjuknya UNEJ sebagai penyelenggara membawa kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Wakil Rektor III UNEJ Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., mengungkapkan Jumat, 2 Oktober 2026 bahwa kepercayaan ini tidak datang begitu saja.
"Terkait dengan penyelenggaraan ini, sebenarnya untuk Universitas Jember ini yang kedua kalinya.
Tahun lalu juga di UNEJ, dan tahun ini dipercaya lagi oleh Belmawa. Banyak pertimbangan tentunya. Kami dari lembaga tentu punya target-target, baik itu sukses penyelenggaraan maupun sukses tim yang ikut serta dalam kompetisi ini," ujar Fendi di sela-sela gelaran acara.
Inovasi Tanpa Henti dan Latihan Berbulan-bulan
Di area paddock, kesibukan para peserta menyiratkan betapa sengitnya persaingan tahun ini. Setiap tim membawa cerita perjuangan, riset panjang, hingga malam-malam tanpa tidur demi memangkas konsumsi bahan bakar kendaraan rakitan mereka.
Tim Garnesa Racing Team dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), misalnya, datang dengan kepercayaan diri tinggi mengandalkan inovasi mutakhir pada armada terbaru mereka.
"Yang paling utama persiapan kami dari tahun ini adalah menyiapkan inovasi-inovasi terbaru. Harapan kami bisa jadi yang terbaik di kategori kami. Kebetulan kami turun di kategori Mobil Urban dengan bahan bakar Pembakaran Dalam (Internal Combustion Engine) Diesel menggunakan GARED III—generasi ketiga," tutur Gading Wardana, perwakilan tim Garnesa.
Tak kalah gigih, tim tuan rumah Tawang Alun UNEJ juga membeberkan dinamika teknis yang mereka hadapi selama lebih dari setengah tahun masa persiapan. Menghadapi tantangan di kandang sendiri tidak lantas membuat jalan mereka mulus.
"Persiapan kami cukup lama, sekitar 6 bulan lebih untuk riset. Insya Allah target kita bisa naik podium. Tantangannya sendiri cukup terasa pada kondisi mesin dan kelistrikan yang sempat bermasalah. Tapi alhamdulillah, berkat kerja keras teman-teman semua, masalah tersebut bisa diselesaikan," ungkap Fauzaki Zulfikar dari Tim Tawang Alun.
Dukungan Penuh demi Efisiensi Masa Depan
KMHE bukan sekadar ajang adu kecepatan, melainkan ajang adu kecerdasan dalam merancang masa depan mobilitas yang berkelanjutan. Hal ini disadari betul oleh para pendamping dan pembina tim.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi salah satu kontingen yang menerjunkan amunisi terbaiknya di kategori futuristik. Agus Sobandi, pendamping tim UPI, menegaskan pentingnya dukungan totalitas kampus bagi kreativitas mahasiswa.
"Sejak ada pengumuman tiga bulan lalu, kami sudah mempersiapkan unit dan tim peserta secara maksimal. Kami memberikan fasilitasi penuh kepada anak-anak, baik untuk kebutuhan unit maupun operasional tim. Tahun ini kami menerjunkan satu unit di kategori Proto kelas listrik," jelas Agus.
Selama lima hari penyelenggaraan, raungan halus mesin-mesin hemat energi dan desing mobil listrik akan terus menguji batas ketahanan teknis serta kreativitas para insinyur muda Indonesia di bumi Jember. KMHE 2026 bukan sekadar piala yang diperebutkan, melainkan langkah nyata mahasiswa Indonesia menuju era transportasi ramah lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....