Cerita Pengurus AIESEC UNEJ Asah Potensi Diri dan Jejaring Lintas Budaya

  • 22 Sep 2026 15:28 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Pengembangan potensi diri bagi mahasiswa tidak hanya diukur dari pencapaian akademis berskala besar, melainkan melalui proses konsisten dalam mengenali kapasitas diri serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Pembentukan jiwa kepemimpinan (leadership) dan kemampuan adaptasi menjadi bekal krusial sebelum memasuki dunia profesional.

Hal tersebut diungkapkan oleh dua pengurus AIESEC in UNEJ, Muhfidatul Husna dan Elgize Yogasthapani Gazayi, dalam siaran dialog interaktif 'Jaga Malam' di Pro 2 RRI Jember, Senin 21 September 2026 malam.

"Proses pengembangan diri dimulai dari langkah-langkah kecil, seperti mengalahkan rasa ragu dan berani mengambil tanggung jawab baru. Berorganisasi melatih kita mengelola waktu, berempati dengan rekan tim, serta mengevaluasi proses pembelajaran secara objektif," ujar Tim Leader AIESEC in UNEJ, Muhfidatul Husna.

Fida menjelaskan bahwa berani berbuat salah dalam ruang belajar merupakan hal wajar yang justru membentuk ketahanan mental dan strategi pemecahan masalah (problem solving).

Sementara itu, Tim Leader AIESEC in UNEJ lainnya, Elgize Yogasthapani Gazayi, menekankan pentingnya membangun jejaring sosial dan interaksi lintas budaya untuk memperluas cara pandang.

"Dunia luar berkembang sangat cepat, sehingga mahasiswa perlu mengasah kemampuan adaptasi dan bahasa agar tidak tertinggal. Lingkungan yang suportif serta keberanian mengeksplorasi pengalaman baru seperti program kepemimpinan pemuda (AIESEC Future Leaders) menjadi ruang yang sangat dibutuhkan untuk menemukan potensi diri," kata Elgize Yogasthapani Gazayi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....