Dibalik Secangkir Kopi, Ada Proses Panjang Menjaga Keamanan Pangan
- 17 Sep 2026 15:44 WIB
- Jember
RRI.CO.IDJember :Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) Pengabdian kepada Masyarakat tentang keamanan pangan dalam pengolahan kopi dilaksanakan di Jalan Kawah Ijen, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, 4 September 2026. Kegiatan ini membahas pentingnya penerapan praktik pengolahan yang baik untuk menjaga mutu dan keamanan kopi, mulai dari penanganan bahan baku hingga produk siap dikonsumsi.
Secangkir kopi yang dinikmati masyarakat ternyata melalui proses panjang sebelum sampai ke konsumen. Proses tersebut meliputi pemanenan, sortasi, fermentasi, pencucian, pengeringan, penyimpanan, penyangraian hingga pengemasan. Setiap tahapan memiliki potensi bahaya yang perlu diperhatikan dan dikendalikan.
Shinta Widyaningtyas, Lulus Mualimin, dan Putri Satika Dewi menjelaskan, keamanan pangan pada produk kopi tidak hanya ditentukan oleh kualitas bahan baku, tetapi juga oleh proses pengolahan yang diterapkan.
“Keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh kualitas bahan baku, tetapi juga bagaimana produk tersebut diproses,” demikian dijelaskan dalam kajian pada kegiatan tersebut.
Salah satu tahapan yang perlu mendapat perhatian adalah proses pengeringan. Pengeringan yang tidak optimal dapat menyebabkan kadar air biji kopi tetap tinggi sehingga meningkatkan risiko pertumbuhan kapang atau jamur.
Risiko keamanan pangan juga dapat muncul selama penyimpanan. Kondisi ruangan dengan kelembapan yang tidak terkendali dapat meningkatkan potensi pertumbuhan jamur dan terbentuknya mikotoksin. Karena itu, sanitasi peralatan, kebersihan lingkungan produksi serta higiene pekerja menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan produk.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sebagai bagian dari upaya pengendalian keamanan pangan.
GMP menjadi dasar dalam penerapan praktik produksi yang baik, antara lain melalui kebersihan lingkungan produksi, sanitasi peralatan, higiene pekerja, pengendalian bahan baku serta penerapan prosedur kerja secara konsisten.
Sementara HACCP berfokus pada identifikasi dan pengendalian titik-titik kritis yang berpotensi menimbulkan bahaya. Pada pengolahan kopi, pengendalian kadar air dalam proses pengeringan menjadi salah satu tahapan yang perlu diperhatikan sebelum biji kopi memasuki tahap penyimpanan.
Penerapan GMP dan HACCP tidak hanya dapat dilakukan oleh industri berskala besar. Pelaku UMKM kopi juga dapat menerapkannya secara bertahap melalui langkah sederhana, seperti menjaga kebersihan ruang produksi, menggunakan peralatan yang layak dan bersih, menerapkan prosedur kerja secara konsisten serta mengawasi tahapan produksi yang memiliki risiko.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut, pemahaman mengenai keamanan pangan diharapkan dapat semakin diperhatikan dalam setiap proses pengolahan kopi. Dengan proses yang baik dan terkendali, kualitas kopi tidak hanya terjaga dari sisi cita rasa, tetapi juga keamanan dan kepercayaan konsumen.
Pada akhirnya, kualitas secangkir kopi bukan hanya ditentukan oleh kepiawaian roaster maupun barista. Ada proses panjang sejak biji kopi dipanen hingga siap dinikmati. Penerapan GMP dan HACCP menjadi salah satu upaya untuk memastikan perjalanan tersebut menghasilkan kopi yang bermutu, aman, dan memiliki nilai tambah bagi konsumen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....