Tanah Haram Yang Paling Dicintai Allah
- 10 Sep 2026 01:50 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Kota Makkah al-Mukarramah menempati kedudukan yang sangat agung dan mulia di dalam pandangan Islam sebagai pusat ibadah serta kiblat bagi seluruh umat Muslim di penjuru dunia. Wilayah ini dijaga kesuciannya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sejak hari penciptaan langit dan bumi, sehingga memiliki keistimewaan mutlak yang tidak dimiliki oleh kota-kota lainnya. Setiap Muslim mendambakan untuk dapat mengunjungi tanah suci tersebut guna menunaikan rukun Islam kelima sekaligus merasakan ketenangan spiritual yang mendalam di sekitar Baitullah.
Keterangan mengenai keutamaan serta kemuliaan khusus Kota Makkah ini bersumber dari penjelasan ilmiah syar'i yang dikutip dari website resmi Konsultasisyariah.com dalam artikel kajian keislaman tahun 2020 serta ulasan dari situs Rumaysho.com pada tahun 2018. Berdasarkan dalil-dalil sahih dari sunnah Nabi, Makkah ditetapkan sebagai tanah haram yang aman, di mana setiap bentuk pelanggaran terhadap ketentuan syariat di dalamnya mendatangkan dosa besar, namun amalan kebaikan yang dikerjakan di tanah tersebut juga dilipatgandakan pahalanya secara luar biasa.
Merujuk pada riwayat hadis sahih yang bersumber dari Sahabat Abdullah bin 'Adi bin Redha radhiyallahu 'anhuma, beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda saat berdiri di Makkah bahwa negeri tersebut adalah bumi Allah yang paling dicintai-Nya serta paling dicintai oleh Rasul-Nya. Kecintaan yang mendalam terhadap kota suci ini juga ditegaskan dalam berbagai literatur fikih sunnah, yang menjelaskan bahwa Makkah adalah tempat turunnya wahyu serta titik awal penyebaran risalah tauhid kepada umat manusia.
Para ulama salafus salih senantiasa memberikan penghormatan yang sangat tinggi terhadap kesucian Kota Makkah dengan menjaga diri dari perbuatan maksiat serta memperbanyak amal ketaatan selama berada di sana. Sebagaimana dinukil dalam kitab-kitab sejarah Islam, para pendahulu saleh sangat berhati-hati dalam menjaga lisan dan perbuatan ketika menginjakkan kaki di tanah haram, mengingat kemuliaan tempat tersebut menuntut kesucian hati dan ketulusan niat yang tinggi dari setiap hamba yang mendatanginya.
Melalui keistimewaan yang telah ditetapkan berdasarkan sunnah tersebut, Kota Makkah tetap menjadi simbol persatuan akidah yang menyatukan jutaan manusia dari berbagai bangsa di bawah naungan kalimat tauhid. Keagungan tanah haram ini terus terpelihara dari masa ke masa sebagai panduan spiritual yang mengarahkan setiap Muslim untuk senantiasa mengagungkan syiar-syiar Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....