Tingkatkan Nilai Tambah Cabai Rawit melalui Pelatihan Produk Olahan
- 16 Agt 2026 17:13 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember- Dalam upaya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian sekaligus mendukung pengembangan usaha pangan lokal, tim dosen dan mahasiswa dari Politeknik Negeri Jember dan Universitas Jember melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.
Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia terkait "Hilirisasi Cabai Rawit Berbasis Teknologi Pengolahan dan Manajemen Usaha untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Desa".
Tim dosen yang diketuai oleh Irene Ratri Andia Sasmita dengan anggota Mohammad Mardiyanto dan Septy Handayani. Kegiatan ini diikuti oleh anggota kelompok masyarakat dalam hal ini yaitu kelompok petani di Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Jember.
Ketua PKM, Irene mengatakan jika kegiatan ini akan dilaksanakan selama enam bulan sejak Mei hingga Oktober 2026. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan kelompok masyarakat terutama kelompok tani untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat melatih kelompok masyarakat terutama kelompok tani untuk berinovasi mengembangkan usaha sehingga dapat meningkatkan nilai jual cabai demi kesejahteraan petani," ujar Irene, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui hibah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.
Rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan secara sistematis melalui beberapa tahapan. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan olahan cabai, pelatihan manajemen keuangan, dan pemasaran digital produk serta pendampingan PIRT.
Sosialisasi dan Pelatihan, diawali dengan penyampaian materi mengenai potensi cabai sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun rentan mengalami penurunan harga saat panen raya.
Melalui diversifikasi produk menjadi cabai kering, cabai bubuk dan saus cabai, masyarakat diperkenalkan pada alternatif pengolahan yang dapat memperpanjang masa simpan produk sekaligus meningkatkan nilai jual. Kemudian dilakukan praktik pembuatan cabai kering, cabai bubuk, dan saos cabai.
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai sanitasi dan higiene selama proses produksi, penggunaan kemasan yang sesuai, pelabelan produk, serta peluang pemasaran produk olahan cabai.
Selain itu, juga dilakukan pelatihan manajemen keuangan dan pendampingan PIRT. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha pangan skala rumah tangga yang aman, berkualitas, dan memiliki daya saing.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan dan diskusi muncul terkait teknik pengolahan, pemilihan bahan baku yang baik, serta strategi menjaga mutu produk selama penyimpanan.
Selain itu, keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendukung pemanfaatan komoditas lokal.
Ketua kelompok tani, Bagus mengatakan pendampingan sangat membantu para petani untuk mengembangkan usaha.
"Apalagi ketika harga cabai turun sehingga menjadikan cabai menjadi produk olahan cabai bubuk, cabai kering dan saos cabai merupakan solusi yang tepat untuk meningkatkan nilai jual serta umur simpan cabai menjadi lebih lama.” terangnya.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkesinambungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi pengolahan pangan berbasis potensi lokal.
Selanjutnya, pendampingan akan diarahkan pada pelatihan pencatatan keuangan, perizinan produk, dan pemasaran produk serta strategi pemasaran agar produk olahan cabai mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....