Kurang Gerak Picu Kelelahan Mental Kronis
- 21 Jul 2026 07:32 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Fenomena kelelahan mental atau mental fatigue sering kali dianggap sebagai akibat dari beban kerja yang terlalu berat atau stres berkepanjangan di tempat kerja. Namun, sedikit yang menyadari bahwa kondisi kurangnya aktivitas fisik atau tubuh yang jarang bergerak juga memiliki andil besar dalam memicu penurunan stamina mental seseorang. Berdasarkan informasi yang dikutip dari studi ilmiah dalam jurnal Psychosomatic Medicine pada tahun 2021 oleh Dr. Robert M. J. and team, disebutkan bahwa, "penurunan pergerakan tubuh harian secara langsung berkontribusi pada penurunan suplai oksigen ke otak dan meningkatkan rasa kelesuan psikologis yang kronis."
Kurangnya stimulasi fisik membuat sirkulasi darah ke seluruh organ tubuh, termasuk ke jaringan otak, menjadi kurang optimal. Ketika tubuh terus-menerus berada dalam posisi pasif atau duduk dalam jangka waktu yang terlalu panjang, energi vital yang seharusnya mengalir dengan lancar justru mengalami stagnasi. Kondisi ini berimplikasi langsung pada melemahnya kemampuan konsentrasi, menurunnya daya ingat jangka pendek, serta munculnya perasaan mudah bosan yang berujung pada kelelahan mental yang mendalam.
Dampak buruk dari gaya hidup kurang bergerak ini juga memicu terganggunya produksi hormon endorfin dan dopamin yang berfungsi sebagai pengatur suasana hati alami. Tanpa adanya pergerakan fisik yang cukup, tubuh kehilangan mekanisme pelepasan ketegangan yang biasanya didapatkan melalui aktivitas otot secara berkala. Akibatnya, individu yang jarang bergerak cenderung lebih rentan mengalami kecemasan tingkat ringan hingga menengah, yang semakin memperparah beban psikologis yang dirasakan sehari-hari.
Siklus antara malas bergerak dan kelelahan mental ini sering kali membentuk lingkaran setan yang sulit diputus jika tidak disadari sejak dini. Rasa lelah mental yang dirasakan membuat seseorang enggan untuk beranjak melakukan aktivitas fisik, sementara kebiasaan tidak bergerak tersebut justru semakin melipatgandakan rasa lelah di dalam pikiran. Kondisi ini membuat produktivitas harian menurun drastis, disertai dengan hilangnya motivasi untuk menyelesaikan berbagai tugas penting yang menuntut fokus tinggi.
Sebagai langkah antisipasi, menyisipkan jeda pergerakan ringan di sela-sela aktivitas duduk yang panjang terbukti sangat efektif untuk menyegarkan kembali fungsi kognitif otak. Melakukan peregangan sederhana atau berjalan kaki selama beberapa menit setiap jamnya dapat membantu mengembalikan aliran darah dan kesegaran mental secara instan. Menjaga tubuh tetap aktif secara fisik merupakan investasi terbaik bukan hanya bagi kesehatan otot, melainkan juga bagi ketajaman dan ketahanan mental dalam menghadapi rutinitas harian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....