Kemenag Gelar Indonesia Berkiblat, Ini Cara Cek Kiblat
- 15 Jul 2026 16:54 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Kementerian Agama (Kemenag) RI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengikuti Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang digelar pada hari ini hingga besok, 15-16 Juli 2026. Program ini memanfaatkan fenomena astronomi Rashdul Qiblat, yakni saat Matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga arah kiblat dapat diverifikasi secara mudah dan akurat.
Dilansir dari indonesiaberkiblat. kemenag.dev, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan momentum langka tersebut untuk memastikan kembali arah kiblat di masjid, musala, rumah, hingga fasilitas umum. "Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026," kata Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Kantor Kemenag Jakarta, Senin 13 Juli 2026
Fenomena Rashdul Qiblat terjadi ketika posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan menunjukkan arah kiblat secara presisi. Tahun ini, fenomena tersebut dapat diamati pada Rabu dan Kamis, 15-16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT.
Untuk mengikuti pengukuran, masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka. Ketika waktu puncak tiba, arah bayangan dari ujung menuju pangkal tongkat menjadi acuan untuk memverifikasi arah kiblat. Metode ini telah lama dikenal dalam ilmu falak sebagai salah satu cara paling sederhana sekaligus akurat dalam menentukan arah Ka'bah.
Melalui gerakan nasional ini, Kemenag menargetkan sekitar 1,448 juta titik kalibrasi di seluruh Indonesia yang mencakup masjid, musala, hotel, perkantoran, sekolah, hingga rumah masyarakat. Peserta juga dapat mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal resmi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat.
Nasaruddin berharap gerakan tersebut tidak hanya meningkatkan akurasi arah kiblat, tetapi juga memperluas pemahaman masyarakat mengenai ilmu falak sebagai bagian dari pelayanan keagamaan. "Mari kita sukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya kita menyempurnakan kualitas ibadah kepada Allah SWT," ujar Menag.
Sejumlah kantor wilayah dan kantor kementerian agama di berbagai daerah juga telah menggelar sosialisasi serta mengajak pengurus masjid, penyuluh agama, dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pengukuran arah kiblat secara serentak selama dua hari tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....