DJI Uji Drone di Gunung Everest, Perkuat Misi Logistik, Pemetaan, dan Riset Iklim
- 11 Jul 2026 06:56 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – DJI berhasil menyelesaikan tiga misi penting menggunakan drone di Gunung Qomolangma atau Gunung Everest, yang mencakup pengiriman logistik, pemetaan gletser, hingga penelitian atmosfer di kawasan pegunungan tertinggi di dunia. Dilansir dari DJI pada Rabu (9/7/2026), keberhasilan ini menjadi langkah baru dalam pemanfaatan drone untuk mendukung keselamatan pendaki, pelestarian lingkungan, serta riset perubahan iklim.
Dalam misi tersebut, DJI menggunakan drone kargo terbaru FlyCart 100 untuk pengiriman logistik di lereng selatan Nepal, drone Matrice 4E untuk pemetaan gletser, serta drone eVTOL EV50 untuk mendukung penelitian atmosfer di lereng utara Everest, wilayah Tiongkok.
Juru Bicara DJI, Christina Zhang, mengatakan pihaknya terus berkomitmen menghadirkan teknologi yang dapat membantu para Sherpa dan pendaki sekaligus mendukung penelitian ilmiah di kawasan pegunungan ekstrem.
“Kami tetap berkomitmen menjadikan gunung tertinggi di dunia lebih aman dan lebih bersih bagi para Sherpa dan pendaki. Keberhasilan operasi ini menjadi pencapaian yang membanggakan, dan kami berharap kolaborasi dengan komunitas ilmiah dapat terus mendorong inovasi teknologi drone untuk menyelamatkan nyawa serta mendukung upaya konservasi di seluruh dunia,” ujar Christina Zhang.
Pada misi logistik, FlyCart 100 mampu mengangkut muatan hingga 47 kilogram pada ketinggian lebih dari 6.300 meter. Selama pengujian, drone tersebut berhasil mengangkut total 10.073 kilogram barang, terdiri atas 7.215 kilogram perlengkapan pendakian seperti tabung oksigen, tali, dan tangga, serta membawa turun 2.858 kilogram sampah dari Camp 1 menuju Base Camp.
DJI menyebut satu kali penerbangan hanya membutuhkan waktu sekitar delapan menit. Sebagai perbandingan, jalur yang sama biasanya ditempuh Sherpa selama enam hingga delapan jam dengan melintasi Khumbu Icefall yang dikenal sebagai salah satu jalur paling berbahaya di Everest.
FlyCart 100 juga akan mendukung target komunitas pendakian Nepal untuk mengangkut sekitar 5.000 tabung oksigen setiap musim pendakian, sekaligus membantu mengevakuasi sekitar 10.000 kilogram sampah dari gunung sebagai bagian dari program “Zero Waste Initiative 2027”.
Sementara itu, drone Matrice 4E digunakan untuk memetakan lebih dari tiga kilometer persegi kawasan Khumbu Icefall selama musim pendakian 2026. Drone ini mampu menghasilkan data beresolusi tinggi hingga tingkat sentimeter dalam waktu sekitar 3,5 jam meski beroperasi pada ketinggian 6.450 meter dengan suhu di bawah minus 20 derajat Celsius.
CEO Airlift Technology Nepal, Raj Bikram Maharjan, mengatakan teknologi tersebut memberikan data yang sangat rinci untuk mendukung keselamatan pendakian.
“Yang kami lakukan di Nepal sangat unik karena menawarkan tingkat detail, penerapan operasional, dan fokus keselamatan secara real time bagi aktivitas pendakian. Sepengetahuan kami, ini merupakan penerapan pertama di Nepal dan mungkin salah satu penggunaan operasional pertama di dunia dalam skala sebesar ini di lingkungan ekspedisi dataran tinggi,” kata Raj Bikram Maharjan.
Selain pemetaan, Matrice 4E juga dilengkapi Laser Range Finder yang dapat mengukur jarak dan kondisi medan secara presisi sehingga membantu tim menentukan jalur pendakian yang lebih aman, memantau potensi bahaya, hingga mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.
Di sisi penelitian ilmiah, DJI menguji drone eVTOL EV50 untuk membantu pengamatan atmosfer di lapisan troposfer berketinggian ekstrem. Selama 12 hari, drone ini mengangkut perangkat pengukur ozon milik College of Environmental Sciences and Engineering, Peking University, sebanyak 12 kali penerbangan.
Pengujian tersebut berhasil mencapai ketinggian maksimum 8.861 meter dengan pendakian vertikal berkelanjutan hingga 3.730 meter. DJI menyebut misi ini menjadi pertama kalinya para peneliti universitas tersebut menggunakan drone untuk melakukan pengamatan atmosfer di kawasan Everest.
DJI menegaskan pengembangan teknologi drone di Everest merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya mendukung kegiatan pendakian, tetapi juga keselamatan manusia, penelitian ilmiah, serta pelestarian lingkungan di kawasan pegunungan tertinggi di dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....