Lenovo Capai 90 Persen Energi Terbarukan untuk Operasional

  • 08 Jul 2026 10:00 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Lenovo melaporkan lebih dari 90 persen kebutuhan listrik operasional globalnya kini telah berasal dari sumber energi terbarukan. Dilansir dari Lenovo pada Senin (7/7/2026), capaian tersebut menjadi bagian dari kemajuan perusahaan dalam memenuhi target keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) serta komitmen mencapai emisi nol bersih pada 2050.

Chief Legal and Corporate Responsibility Officer Lenovo, Dave Carroll, mengatakan tahun fiskal 2025–2026 menjadi momen penting karena perusahaan hampir menyelesaikan generasi pertama target ESG jangka panjangnya. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama lima tahun terakhir akan menjadi dasar untuk mempercepat dampak positif di masa mendatang.

“Kami bangga dengan kemajuan yang telah dicapai, namun kami juga semakin fokus menerapkan pembelajaran tersebut untuk mempercepat dampak di masa depan. Upaya kami selaras dengan kebutuhan pelanggan dan mitra dalam menghadapi tantangan lingkungan, kompleksitas geopolitik, serta pesatnya perkembangan kecerdasan buatan,” ujar Dave Carroll.

Lenovo menyebut penggunaan listrik dari energi terbarukan berasal dari pembangkit energi di lokasi operasional, perjanjian pembelian listrik (Power Purchase Agreement/PPA), serta pembelian Renewable Energy Certificates (REC). Perusahaan juga menegaskan tetap berada di jalur yang sesuai dengan target pengurangan emisi yang telah divalidasi oleh Science Based Targets initiative (SBTi).

Di bidang ekonomi sirkular, Lenovo melaporkan seluruh produk komputer pribadinya kini menggunakan material daur ulang pascakonsumsi, tidak termasuk tablet dan aksesori. Sejak 2005, perusahaan juga telah memulihkan lebih dari 363 juta kilogram produk elektronik yang telah habis masa pakainya dan menggunakan sekitar 136 juta kilogram plastik daur ulang dalam proses produksinya.

Pada lini ponsel pintar, Lenovo meningkatkan keberlanjutan kemasan dengan menggunakan 60 persen material daur ulang serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai hingga 50 persen dibandingkan tahun fiskal 2020–2021.

Dalam aspek sosial, Lenovo menyebut program filantropinya telah memberikan manfaat kepada lebih dari 25 juta orang sepanjang 2021–2026 melalui peningkatan akses terhadap teknologi dan pendidikan. Perusahaan juga mencatat peningkatan keterwakilan perempuan dan kelompok yang kurang terwakili di lingkungan kerja global.

Lenovo turut memperkuat tata kelola kecerdasan buatan (AI) melalui berbagai inisiatif, termasuk pengembangan solusi pendeteksi gangguan irama jantung pada atlet, teknologi aksesibilitas berupa avatar komunikasi dan penerjemah bahasa isyarat, serta program peningkatan keterampilan AI bersama sejumlah organisasi internasional.

Atas berbagai upaya tersebut, Lenovo kembali meraih sejumlah penghargaan internasional, di antaranya EcoVadis Platinum Medal, CDP A List untuk kategori iklim dan air, masuk daftar 100 Perusahaan Paling Berkelanjutan versi Corporate Knights, serta menempati peringkat kelima Gartner Global Supply Chain Rankings 2026.

Lenovo menyatakan akan melanjutkan komitmen keberlanjutan melalui target ESG generasi berikutnya dengan tetap berfokus pada inovasi dan pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....