Ilmuwan Temukan Wabah Pes Tertua di Dunia, Terjadi 5.500 Tahun Lalu
- 01 Jul 2026 09:00 WIB
- Jember
Poin Utama
- Wabah Pes
- Penyakit
- Siberia
RRI.CO.ID, Siberia - Para ilmuwan menemukan bukti wabah pes tertua yang pernah tercatat dalam sejarah manusia. Seperti dilansir dari Reuters (17-6-2026), wabah tersebut terjadi sekitar 5.500 tahun lalu di kawasan Danau Baikal, Siberia, dan menimpa komunitas pemburu-peramu, jauh sebelum manusia mengenal pertanian dan menetap di permukiman permanen.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature itu didasarkan pada analisis DNA kuno dari 46 kerangka manusia yang ditemukan di empat lokasi pemakaman di Siberia. Peneliti menemukan jejak bakteri Yersinia pestis, penyebab penyakit pes, pada 18 individu, sebagian besar merupakan anak-anak dan remaja.
Penulis utama penelitian dari Universitas Oxford, Dr. Ruairidh Macleod, mengatakan hasil penelitian tersebut sangat mengejutkan. "Penemuan bukti adanya wabah pes mematikan berskala besar di kalangan para pemburu-peramu ini benar-benar merupakan sebuah kejutan," kata Macleod. Menurutnya, penemuan ini menunjukkan bahwa wabah mematikan dapat terjadi bahkan pada kelompok manusia kecil yang hidup berpindah-pindah dan belum mengenal pertanian.
Para peneliti menduga wabah bermula dari marmot liar yang diburu oleh masyarakat setempat. Bakteri kemudian kemungkinan menyebar antarmanusia melalui percikan pernapasan saat batuk atau melalui kontak dekat di dalam kelompok keluarga.
Tim peneliti juga menemukan sejumlah makam berisi anggota keluarga yang meninggal hampir bersamaan. Salah satunya adalah makam yang berisi tiga anak perempuan yang memiliki hubungan kekerabatan dekat, mengindikasikan adanya kematian massal akibat penyakit menular. Macleod mengaku sisi kemanusiaan dari penelitian tersebut sangat menyentuh."Ada orang-orang yang menguburkan mereka, orang-orang yang mengenal siapa mereka semasa hidupnya. Dan itulah sisi kemanusiaan yang sangat kuat dari seluruh pekerjaan ilmiah ini," ujarnya.
Sementara itu, ahli genetika evolusi dari Universitas Kopenhagen, Prof. Eske Willerslev, menilai temuan ini mengubah pemahaman para ilmuwan tentang sejarah penyakit pes. "Temuan ini secara mendasar mengubah pemahaman kita tentang asal-usul dan dampak awal salah satu patogen paling penting dan paling menentukan dalam sejarah manusia.," kata Willerslev. Ia menambahkan bahwa strain bakteri yang ditemukan di Siberia berada pada tahap awal evolusi penyakit pes, sudah mampu menyebabkan penyakit parah tetapi belum memiliki seluruh karakteristik yang ditemukan pada strain pandemi di masa-masa berikutnya.
Penemuan ini sekaligus menantang teori lama yang menyebut epidemi besar baru muncul setelah manusia hidup menetap dan membentuk komunitas padat. Bukti baru menunjukkan bahwa kelompok pemburu-peramu yang hidup ribuan tahun lalu pun rentan terhadap wabah penyakit mematikan.
Penyakit pes sendiri kemudian menjadi salah satu pandemi paling mematikan dalam sejarah, termasuk wabah Black Death pada abad ke-14 yang menewaskan jutaan orang di Eropa. Meskipun kini kasusnya jauh lebih jarang dan dapat diobati dengan antibiotik, bakteri penyebab pes masih ditemukan di sejumlah wilayah dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....