Studi Terbaru Bantah Klaim Perlambatan Ekspansi Alam Semesta

  • 29 Jun 2026 12:06 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Galaxy
  • Alam Semesta
  • Luar Angkasa
  • Penelitian

RRI.CO.ID, Jember – Kabar terbaru dari dunia astronomi membawa kelegaan bagi para ilmuwan. Penelitian terbaru menegaskan bahwa alam semesta masih terus mengembang dengan kecepatan yang semakin meningkat, didorong oleh kekuatan misterius yang dikenal sebagai energi gelap atau dark energy. Temuan ini membantah studi sebelumnya yang sempat menyebut laju ekspansi alam semesta mulai melambat.

Sebuah artikel dari Reuters (16-7-2026) menyebutkan bahwa pada 1998, para astronom menemukan bahwa alam semesta tidak hanya mengembang, tetapi laju pengembangannya juga semakin cepat. Penemuan tersebut mengubah pemahaman manusia tentang kosmos dan memperkenalkan konsep energi gelap, yang kini diyakini menyusun sekitar 68 hingga 70 persen isi alam semesta.

Namun, sebuah studi yang diterbitkan pada 2025 menimbulkan perdebatan setelah menyatakan bahwa energi gelap mungkin melemah sehingga percepatan ekspansi alam semesta berkurang. Jika benar, teori itu akan mengguncang model kosmologi modern dan mengubah prediksi tentang masa depan alam semesta.

Untuk menguji klaim tersebut, tim peneliti yang melibatkan dua peraih Nobel Fisika kembali menganalisis data ledakan bintang tipe Ia atau Type Ia supernovae, yang selama ini digunakan sebagai "lilin standar" untuk mengukur jarak dan laju ekspansi alam semesta. Hasilnya menunjukkan tidak ada bukti bahwa energi gelap melemah.

Astronom dari Universitas Southampton, Phil Wiseman, menyebut hasil penelitian ini sebagai kabar yang melegakan bagi komunitas ilmiah. "Syukurlah, kita berhasil menghindari krisis kosmologi," kata Wiseman, merujuk pada kemungkinan runtuhnya teori yang selama ini menjadi dasar pemahaman tentang alam semesta.

Menurut para peneliti, temuan terbaru ini menunjukkan bahwa metode pengukuran sebelumnya tetap dapat dipercaya dan bahwa energi gelap masih menjadi penjelasan terbaik mengenai percepatan ekspansi alam semesta. Meski demikian, sifat sebenarnya dari energi gelap masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam ilmu pengetahuan modern.

Para ilmuwan berharap data dari observatorium generasi baru, seperti Observatorium Vera Rubin dan Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA, dapat membantu mengungkap lebih jauh asal-usul energi gelap dan nasib akhir alam semesta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....