Ilmuwan Petakan ‘Benteng Terakhir’ Terumbu Karang Dunia di tengah Ancaman Pemutiha
- 29 Jun 2026 11:56 WIB
- Jember
Poin Utama
- Lingkungan
- Terumbu Karang
- Peneletian Laut
- Ekosistem
RRI.CO.ID, Jember – Di tengah ancaman perubahan iklim yang terus memicu pemutihan dan kematian terumbu karang di berbagai belahan dunia, para ilmuwan menemukan kabar yang membawa harapan. Penelitian terbaru berhasil mengidentifikasi sekitar 166 ribu kilometer persegi atau 64 ribu mil persegi terumbu karang yang dinilai mampu bertahan dan pulih dari dampak krisis iklim.
Temuan tersebut merupakan hasil analisis terhadap lebih dari 45 ribu survei terumbu karang yang dipadukan dengan data iklim dan kondisi lautan selama puluhan tahun. Luas kawasan terumbu karang yang dinilai tangguh terhadap perubahan iklim itu tiga kali lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Kawasan terumbu karang yang memiliki ketahanan tinggi ditemukan di 71 negara dan lebih dari 100 wilayah, termasuk di kawasan Karibia serta Samudra Pasifik dan Atlantik yang sebelumnya belum pernah diidentifikasi sebagai wilayah yang tahan terhadap perubahan iklim.
Seperti dilansir dari Reuters (16-7-2026), Direktur Konservasi Karang dari Wildlife Conservation Society (WCS), Emily Darling, mengatakan bahwa selama ini terumbu karang sering dianggap sebagai ekosistem yang hampir mustahil diselamatkan. "Terumbu karang sering dipandang sebagai ekosistem yang tidak lagi bisa diselamatkan," kata Darling. "Namun, peta baru ini menunjukkan bahwa masih ada harapan dan peluang nyata untuk melindungi kawasan-kawasan yang paling tangguh."
Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem terpenting di dunia karena menopang sekitar seperempat dari seluruh spesies laut dan menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat pesisir. Namun, ekosistem ini menghadapi ancaman besar akibat kenaikan suhu laut, pengasaman laut, polusi, serta cuaca ekstrem yang dipicu perubahan iklim.
Para peneliti menilai identifikasi kawasan terumbu karang yang tangguh ini dapat membantu pemerintah dan organisasi konservasi menentukan prioritas perlindungan, terutama untuk mendukung target global "30 by 30" yang bertujuan melindungi 30 persen daratan dan lautan dunia pada tahun 2030. Saat ini, hanya sekitar 28 persen dari kawasan terumbu karang yang dinilai tangguh tersebut berada di dalam kawasan konservasi.
Para ilmuwan juga mendesak para pemimpin dunia untuk segera mengambil langkah perlindungan terhadap kawasan-kawasan tersebut, terutama di tengah ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memperparah pemutihan terumbu karang di berbagai wilayah dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....