Inovasi Teknologi di Balik Kemegahan Piala Dunia 2026
- 27 Jun 2026 14:41 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar ajang olahraga empat tahunan yang menyatukan dunia, melainkan juga panggung unjuk gigi teknologi mutakhir yang mengubah cara pertandingan diselenggarakan dan dinikmati. Dari stadion yang megah hingga bola pintar yang sarat sensor, inovasi yang diterapkan memberikan pengalaman baru bagi para pemain maupun jutaan penonton di seluruh dunia sebagaimana dilaporkan dalam kanal YouTube Nothing.
Salah satu sorotan utama pada turnamen ini adalah Stadion SoFi di Los Angeles, Amerika Serikat, yang menjadi salah satu dari 16 lokasi penyelenggaraan. Stadion ini memiliki fitur ikonik berupa layar infinity berbentuk lingkaran ganda yang membentang sepanjang 120 yard, bahkan lebih luas daripada lapangan sepak bola itu sendiri. Layar masif yang didukung oleh 80 juta piksel ini dikendalikan oleh sistem server sinkron yang canggih untuk memastikan tampilan visual tetap berjalan lancar tanpa hambatan.
| Baca juga: AI Mengubah Cara Kerja Generasi Digital |
Tidak hanya urusan visual, persiapan teknis lapangan pun dilakukan dengan standar yang sangat ketat. Mengingat lapangan asli stadion menggunakan rumput sintetis NFL yang tidak sesuai dengan standar FIFA, para insinyur membangun lapangan rumput alami khusus di atasnya. Rumput jenis Kentucky bluegrass dan rye ini dirawat menggunakan sistem pencahayaan LED grow lights berwarna merah muda untuk mensimulasikan sinar matahari guna menjaga kualitas rumput tetap prima di bawah atap stadion.
Di tengah lapangan, teknologi juga berperan penting dalam menjaga sportivitas. Selain Video Assistant Referee (VAR), turnamen ini mengandalkan Semi-Automated Offside Technology (SAOT). Sistem ini menggunakan belasan kamera berkecepatan tinggi untuk melacak 29 titik data pada tubuh pemain, yang kemudian dikombinasikan dengan sensor di dalam bola. Sensor pada bola tersebut mampu mengirimkan data posisi secara presisi hingga 500 kali per detik.
Menariknya, meskipun bola Piala Dunia kini dilengkapi dengan chip sensor canggih, para insinyur telah memastikan bahwa performa bola tetap seimbang melalui teknik penyeimbangan beban yang sangat detail. Pengujian mendalam, termasuk penggunaan robot penendang, menunjukkan bahwa para pemain profesional sekalipun tidak dapat membedakan secara sistematis antara bola yang dilengkapi sensor dengan bola biasa.
Seluruh rangkaian teknologi ini membuktikan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi wujud sinergi antara semangat olahraga dan kemajuan ilmu pengetahuan. Inovasi-inovasi ini tidak hanya bertujuan untuk mempermudah keputusan wasit demi terciptanya keadilan, tetapi juga untuk membawa penonton lebih dekat dengan aksi nyata di lapangan hijau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....