Masih Ingat PMP dan Budi Pekerti? Pelajaran Favorit Era 90-an
- 25 Jun 2026 20:12 WIB
- Jember
RRI.CO.ID - Jember, Bagi generasi yang bersekolah pada era 1980-an hingga 1990-an, pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) dan Budi Pekerti tentu bukan hal asing. Kedua mata pelajaran ini menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan Indonesia dan bertujuan membentuk karakter, moral, serta sikap hidup siswa sesuai nilai-nilai Pancasila.
Meski kini nama dan bentuknya telah berubah mengikuti perkembangan kurikulum, semangat pendidikan karakter yang diajarkan melalui PMP dan Budi Pekerti masih dianggap relevan hingga saat ini.
Dilansir dari berbagai sumber, PMP atau Pendidikan Moral Pancasila merupakan mata pelajaran yang diperkenalkan pada masa Orde Baru sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik. Materi yang diajarkan meliputi pengamalan sila-sila Pancasila, sikap hormat kepada orang tua dan guru, gotong royong, toleransi, cinta tanah air hingga disiplin dan tanggung jawab.
Pada masa itu, siswa juga akrab dengan konsep Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang menjadi bagian dari pembelajaran PMP.
Selain PMP, banyak sekolah juga memberikan pelajaran Budi Pekerti. Fokus pelajaran ini lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti tata krama, kejujuran, sopan santun, menghargai sesama dan etika dalam keluarga dan masyarakat. Melalui pelajaran ini, siswa diajak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
Banyak kalangan menilai PMP dan Budi Pekerti berhasil membentuk kebiasaan sederhana yang kini mulai jarang ditemui, seperti mengucapkan salam kepada guru, menghormati orang yang lebih tua, membiasakan antre, menjaga kebersihan lingkungan dan mengutamakan musyawarah saat menyelesaikan masalah.
Meski tidak dapat diklaim sebagai satu-satunya faktor pembentuk karakter, pelajaran tersebut menjadi salah satu instrumen pendidikan moral pada masanya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam diskusi pendidikan karakter yang dimuat media pada 2 Mei 2025 mengatakan bahwa pendidikan tidak hanya mencerdaskan otak, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter tetap menjadi perhatian penting dalam sistem pendidikan Indonesia hingga sekarang.
Seiring perubahan kurikulum, PMP kemudian berkembang menjadi PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), Pendidikan Pancasila dan kemudian berganti menjadi Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
Nilai-nilai yang dahulu diajarkan melalui PMP dan Budi Pekerti pada dasarnya masih hadir dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah saat ini.
Meski nama mata pelajarannya telah berubah, nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama tetap menjadi fondasi yang relevan bagi pendidikan Indonesia di masa kini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....