Detektor Bawah Tanah di China Ungkap Temuan Baru tentang Neutrino Misterius
- 19 Jun 2026 10:11 WIB
- Jember
Poin Utama
- Neutrino
- Penelitian
- China
RRI.CO.ID, China: Para peneliti yang berupaya mengungkap misteri neutrino mengumumkan hasil ilmiah pertama dari fasilitas penelitian bawah tanah terbaru di China. Hasil tersebut menjadi pengukuran paling presisi hingga saat ini terhadap sejumlah karakteristik partikel subatomik yang dikenal sebagai "partikel hantu" karena sangat sulit dideteksi.
Dilansir dari Reuters (10-06-2026) menyebutkan bahwa temuan itu berasal dari Jiangmen Underground Neutrino Observatory (JUNO), sebuah observatorium neutrino yang dibangun sekitar 650 meter di bawah bukit dekat Kota Kaiping, Provinsi Guangdong, China. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada 10 Juni 2026 dalam jurnal ilmiah Nature, berdasarkan data yang dikumpulkan selama 59 hari pertama operasi detektor, yakni sejak 26 Agustus hingga 2 November 2025.
Juru bicara Kolaborasi JUNO sekaligus fisikawan dari Institut Fisika Energi Tinggi Akademi Ilmu Pengetahuan China, Yifang Wang, mengatakan hasil awal tersebut membuktikan bahwa sistem detektor bekerja sesuai rancangan. "Ini penting bukan hanya karena angka-angka yang diperoleh berguna bagi fisika neutrino, tetapi juga karena menunjukkan kinerja JUNO sebagai detektor skala besar yang baru," kata Wang.
Ia menambahkan bahwa publikasi perdana ini menunjukkan eksperimen JUNO telah dimulai dengan fondasi yang kuat."Makalah ini menunjukkan bahwa eksperimen telah dimulai dari fondasi yang kokoh," ujarnya.
Dalam pengamatan awalnya, JUNO berhasil mengukur dua parameter dasar osilasi neutrino dengan tingkat ketelitian sekitar 1,6 kali lebih baik dibandingkan hasil gabungan eksperimen sebelumnya yang dilakukan selama beberapa dekade. Pengukuran tersebut berkaitan dengan fenomena osilasi neutrino, yaitu kemampuan neutrino untuk berubah dari satu jenis ke jenis lainnya saat bergerak di ruang angkasa.
Neutrino merupakan partikel elementer yang jumlahnya sangat melimpah di alam semesta, namun masih menjadi salah satu partikel yang paling sedikit dipahami oleh ilmuwan. Triliunan neutrino melintas melalui tubuh manusia setiap detik tanpa menimbulkan dampak apa pun karena sangat jarang berinteraksi dengan materi.
Menurut Wang, tujuan utama JUNO adalah menentukan urutan massa neutrino, salah satu pertanyaan terbesar yang masih belum terjawab dalam fisika partikel."Tujuan utama JUNO adalah menentukan urutan massa neutrino. Kita tahu neutrino memiliki massa, tetapi kita masih belum mengetahui keadaan massa mana yang paling ringan dan mana yang paling berat," jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil pertama ini belum memberikan jawaban atas persoalan tersebut."Hasil pertama ini belum merupakan penentuan urutan massa. Nilai utamanya adalah memvalidasi detektor dan metode analisis menggunakan data nyata," kata Wang.
JUNO menggunakan detektor berbentuk bola raksasa yang berisi 20.000 ton cairan organik khusus. Detektor ini mengamati antineutrino yang berasal dari pembangkit listrik tenaga nuklir Yangjiang dan Taishan yang berjarak sekitar 52,5 kilometer dari lokasi observatorium. Ketika antineutrino berinteraksi dengan cairan tersebut, muncul kilatan cahaya yang kemudian direkam oleh ribuan sensor sensitif.
Dengan biaya pembangunan lebih dari 300 juta dolar AS, JUNO menjadi salah satu dari tiga proyek neutrino terbesar di dunia bersama Deep Underground Neutrino Experiment (DUNE) di Amerika Serikat dan Hyper-Kamiokande di Jepang. Ketiga proyek tersebut diharapkan dapat membantu menjawab berbagai misteri kosmik, mulai dari asal-usul materi hingga mekanisme ledakan bintang supernova
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....