Pikat Mahasiswa Thailand, Desa Suci Jember Jadi Living Lab Ekonomi Sirkuler

  • 02 Jun 2026 21:39 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember-Pikat Mahasiswa Thailand, Desa Suci Jember Jadi Living Lab Ekonomi Sirkuler Pascabencana,Desa Suci di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, yang pernah dilanda banjir bandang pada 2006, kini bangkit melalui pembangunan berkelanjutan berbasis SDGs dan ekonomi sirkuler. Keberhasilan ini membuat Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta UNEJ) menjadikan Desa Suci sebagai laboratorium hidup (Living Lab). Pada Selasa (2/6/2026), Faperta UNEJ memboyong tujuh mahasiswa dari Mahasarakham University, Thailand, untuk melakukan kuliah lapang dan studi mobilitas di desa tersebut.

Kaprodi Penyuluhan Pertanian Faperta UNEJ, Lenny Wijayanthi, menjelaskan, “Mahasiswa dari Thailand kita ajak ke Desa Suci agar mereka dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah desa dapat bangkit dari bencana dengan menerapkan program pembangunan berkelanjutan.” Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kades Desa Suci, Akhmad Suyuthi, yang menyatakan, “Anda dapat belajar di desa kami dan kami sangat berterima kasih atas kunjungannya.”

Di lokasi, para mahasiswa asing meninjau UMKM keripik talas, Bank Sampah Larahan Makmur, dan Poktan Tani Harapan. Kedua kelompok terakhir merupakan pelaksana Program Desa Binaan (PDB) yang didanai Kemdiktisaintek periode 2025–2026 untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi mebel plastik dan memulihkan lahan dengan pupuk organik dari limbah tani.

Ketua tim PDB Desa Suci, Ihsannudin, menegaskan, “Semua program diarahkan bagaimana nantinya kelompok masyarakat mampu mengimplementasikan ekonomi sirkuler sebagaimana digaungkan dalam SDGs.”

Mengenai fokus pada sampah dan limbah, Sekdes Desa Suci, Ahmad Rikhwan, menambahkan, “Ini penting selain untuk pelestarian ekosistem pasca bencana juga bermanfaat bagi pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.”

Kunjungan ini memberikan impresi mendalam bagi para peserta.

Sarawut Seankham, mahasiswa doktoral teknik dari Mahasarakham University, mengaku mendapat banyak wawasan baru mengenai kearifan lokal pertanian pegunungan, lalu memungkas, “Terlebih pada sesi presentasi dan pelatihan juga diberikan tips dan trik untuk meyakinkan investor sebagai hal yang selama ini saya cari.”

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....