DJI Air 3S dan Matrice 4E Lolos Pengujian Keamanan Siber Independen
- 02 Jun 2026 12:34 WIB
- Jember
RRI.CO.ID - Jember, DJI merilis hasil audit keamanan independen terhadap sistem drone DJI Air 3S dan Matrice 4E yang dilakukan firma keamanan siber asal Amerika Serikat, OnDefend. Pengujian tersebut diklaim menjadi evaluasi keamanan paling komprehensif yang pernah dilakukan terhadap produk drone DJI.
Dilansir dari website resmi DJI pada 28 Mei 2026, pengujian dilakukan selama lima bulan dengan metode adversarial testing atau simulasi serangan siber tingkat lanjut yang mencakup perangkat lunak, perangkat keras, hingga sistem frekuensi radio.
Dalam hasil pengujian tersebut, OnDefend menyatakan tidak ditemukan risiko keamanan kategori kritis, tinggi, maupun menengah pada kedua perangkat drone yang diuji. DJI juga menyebut tidak ditemukan bukti pengiriman data ke luar wilayah Amerika Serikat selama proses pengujian berlangsung.
Selain itu, audit juga tidak menemukan adanya backdoor, mekanisme akses jarak jauh tanpa izin, maupun modifikasi perangkat keras mencurigakan pada sistem drone DJI. Seluruh sinyal radio yang terdeteksi selama pengujian disebut berasal dari fungsi sistem normal dan bukan saluran tersembunyi.
DJI menjelaskan perangkat yang diuji diperoleh langsung dari pasar umum di Amerika Serikat tanpa pemberitahuan khusus kepada perusahaan guna menjaga independensi pengujian. Sementara unit enterprise didapat dari stok distributor resmi yang telah beredar.
Meski tidak ditemukan ancaman besar, OnDefend tetap mencatat sepuluh temuan berisiko rendah dan tiga belas observasi tambahan yang berkaitan dengan konfigurasi keamanan aplikasi, pengelolaan sesi, dan penguatan jaringan nirkabel. Namun, temuan tersebut dinilai tidak menimbulkan risiko serius terhadap keamanan operasi drone maupun kebocoran data pengguna secara luas.
Head of Global Policy DJI, Adam Welsh, mengatakan hasil audit tersebut memperkuat klaim DJI mengenai keamanan sistem dan transparansi pengelolaan data perusahaan.
“Temuan ini menegaskan bahwa produk kami aman dan praktik pengelolaan data DJI transparan,” ujar Adam Welsh dalam keterangan resmi DJI.
Pengujian keamanan mencakup berbagai simulasi serangan seperti jailbreak perangkat, eksploitasi firmware, analisis lalu lintas jaringan, hingga pengujian gangguan sinyal radio. Tim OnDefend juga melakukan pembongkaran perangkat secara fisik dan analisis komponen elektronik untuk memeriksa kemungkinan modifikasi tersembunyi pada perangkat.
Dilansir dari website resmi DJI, audit tersebut juga dilakukan sebagai bagian dari respons perusahaan terhadap status DJI dalam FCC Covered List di Amerika Serikat sejak Desember 2025. DJI menyebut penetapan tersebut sebelumnya tidak disertai bukti teknis terkait kerentanan keamanan tertentu.
DJI menambahkan drone mereka saat ini banyak digunakan di sektor keamanan publik, pertanian, infrastruktur, hingga industri kreatif di Amerika Serikat. Perusahaan menilai pembatasan penggunaan produk DJI dapat berdampak pada operasional berbagai sektor yang bergantung pada teknologi drone.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....