Mahasiswa dr. Soebandi Ciptakan Patch Bunga Pinang Terapi Antikanker
- 31 Mei 2026 11:27 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas dr. Soebandi Jember melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) mengembangkan inovasi penelitian berbasis bahan alam berupa Patch New Generation (PNG) dari ekstrak bunga pinang (Areca catechu L.) asal Kecamatan Sumberjambe, Jember.
Inovasi ini diteliti sebagai kandidat pengembangan terapi pendukung terkait kanker serviks melalui pendekatan in silico dan in vivo, penelitian ini dimulai pada 24 Mei 2026 di Laboratorium Universitas dr. Soebandi.
Penelitian tersebut diketuai oleh Dicro Zamiya bersama anggota tim Ira Atul Munawaroh, Nadifatul Nurunia, Nanda Fitri Rahmatillah, dan Almira Tahira Rahma, di bawah bimbingan dosen Farmasi Universitas dr. Soebandi, Mohammad Rofik Usman, M.Si.
Tim peneliti mengembangkan sediaan modern berbasis hydrogel patch yang dirancang untuk menghantarkan senyawa aktif dari ekstrak bunga pinang secara bertahap. Inovasi ini masih berada pada tahap penelitian akademik dan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan terapi berbasis bahan alam di masa mendatang.
Dosen pembimbing penelitian, Mohammad Rofik Usman, M.Si., menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi tingginya angka kasus kanker serviks di Indonesia serta perlunya eksplorasi bahan alam lokal yang berpotensi mendukung pengembangan terapi kesehatan.
Bunga pinang memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, polifenol, dan tanin yang dalam sejumlah penelitian diketahui memiliki potensi biologis. Melalui riset ini, kami mencoba mengkaji potensi tersebut dalam bentuk sediaan Patch New Generation berbasis hydrogel,” ujarnya.
Bunga pinang sendiri berasal dari tanaman pinang yang banyak tumbuh di wilayah Kabupaten Jember, khususnya Kecamatan Sumberjambe. Selama ini, pemanfaatan bagian bunga pinang masih relatif terbatas dibanding bagian tanaman lainnya.
Dalam proses penelitian, ekstrak bunga pinang diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96 persen guna mengisolasi senyawa aktif. Selanjutnya, tim melakukan pengujian in silico menggunakan metode molecular docking terhadap reseptor TYMS (Thymidylate Synthase) dengan PDB ID: IHVY, yang diketahui berkaitan dengan mekanisme pertumbuhan sel tertentu.
Metode tersebut digunakan untuk mengkaji interaksi awal senyawa aktif bunga pinang terhadap target molekuler secara komputasi, sebagai bagian dari tahapan penelitian ilmiah sebelum dilakukan pengembangan lebih lanjut.
Keunikan inovasi ini terletak pada bentuk sediaannya berupa Patch New Generation berbasis hydrogel yang diaplikasikan pada lapisan penyerap menyerupai pantyliner.
Patch dirancang untuk membantu pelepasan senyawa aktif secara perlahan serta dilengkapi indikator pH berbasis bahan alami yang dapat berubah warna guna membantu pemantauan kondisi pH area kewanitaan.
Produk PNG diformulasikan menggunakan kombinasi bahan seperti PVA, HPMC, PEG 400, dan DMSO untuk mendukung karakteristik fisik sediaan serta pelepasan senyawa aktif. Tim peneliti juga melakukan serangkaian evaluasi laboratorium, meliputi uji organoleptik, ketahanan lipat, pengukuran pH, trayek pH, hingga pengujian pelepasan senyawa menggunakan metode Franz Diffusion Cell.
Selain itu, penelitian juga mencakup pengujian awal aktivitas biologis ekstrak bunga pinang menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan organisme uji larva Artemia salina. Pengujian ini bertujuan sebagai skrining awal untuk melihat karakteristik toksisitas ekstrak dalam konteks penelitian farmasi.
Melalui inovasi tersebut, tim berharap potensi tanaman lokal Jember, khususnya bunga pinang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, dapat terus diteliti dan dikembangkan menjadi produk kesehatan berbasis riset dengan nilai tambah ekonomi. Penelitian ini juga diharapkan mampu mendorong penguatan inovasi mahasiswa di bidang kesehatan dan pemanfaatan bahan alam Indonesia.
Catatan: Produk ini masih dalam tahap penelitian akademik dan belum digunakan sebagai terapi medis maupun pengganti pengobatan yang telah teruji secara klinis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....