Kebiasaan Microlearning yang Semakin Digemari
- 31 Mei 2026 07:33 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Di tengah kesibukan masyarakat modern, metode belajar tradisional yang membutuhkan waktu panjang mulai bergeser ke arah microlearning. Konsep ini mengacu pada proses belajar dalam durasi singkat dengan materi yang lebih ringkas dan mudah dipahami. Popularitas microlearning terus meningkat karena dianggap lebih sesuai dengan gaya hidup digital yang serba cepat.
Microlearning memungkinkan seseorang mempelajari topik tertentu hanya dalam beberapa menit. Materi biasanya disajikan dalam bentuk video pendek, infografis, podcast singkat, atau artikel ringkas yang dapat diakses melalui perangkat digital kapan saja. Fleksibilitas ini membuat proses belajar menjadi lebih mudah dijalankan di sela-sela aktivitas sehari-hari.
Salah satu alasan utama meningkatnya minat terhadap microlearning adalah efektivitasnya dalam membantu retensi informasi. Materi yang disampaikan dalam bagian-bagian kecil lebih mudah dipahami dan diingat dibandingkan pembelajaran yang berlangsung dalam waktu lama tanpa jeda.
Selain digunakan oleh individu, banyak perusahaan juga mulai menerapkan microlearning dalam program pelatihan karyawan. Pendekatan ini memungkinkan pekerja memperoleh keterampilan baru tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka dalam waktu yang lama. Hasilnya, proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern.
Meskipun demikian, microlearning bukan berarti menggantikan seluruh metode pembelajaran konvensional. Untuk topik yang kompleks, pembelajaran mendalam tetap diperlukan. Namun, microlearning dapat menjadi pelengkap yang efektif untuk memperkuat pemahaman dan menjaga kebiasaan belajar secara konsisten.
Dikutip dari World Economic Forum pada hari ini (30/05/2026), pembelajaran berkelanjutan dan peningkatan keterampilan menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....