Mahasiswa UNEJ Raih Juara 1 Desain Jembatan Internasional di Singapura

  • 28 Mei 2026 20:03 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Jember di tingkat internasional. Tim mahasiswa Teknik Sipil UNEJ berhasil meraih Juara 1 dalam ajang 14th Bridge Design Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Nanyang Technological University, Singapura.

Tim tersebut terdiri dari Haidar, Jalu, dan Alfa Rizki yang sukses mengungguli sekitar 200 tim peserta dari berbagai negara Asia Tenggara. Prestasi itu mereka bagikan dalam program Sore Ceria Berjaringan Korwil X Jawa Timur yang disiarkan secara relai oleh Pro 2 RRI Jember bersama sejumlah stasiun RRI lainnya di Jawa Timur.

Dalam kompetisi tersebut, para peserta ditantang menyelesaikan studi kasus rekayasa struktur melalui perancangan miniatur jembatan dengan waktu dan material terbatas.

Jalu menjelaskan kompetisi itu bukan sekadar membuat desain jembatan, tetapi juga menguji kemampuan problem solving mahasiswa teknik dalam menghadapi kondisi kedaruratan konstruksi.

“Kami dilatih bagaimana menyelesaikan studi kasus kedaruratan teknik dan memecahkan masalah secara cepat sebagai mahasiswa teknik,” ujarnya saat siaran di Pro 2 RRI Jember (7/5/2026).

Sementara itu, Haidar mengatakan tantangan utama dalam perlombaan terletak pada keterbatasan material yang disediakan panitia. Peserta hanya diperbolehkan menggunakan kayu balsa, kayu bass, dan lem tanpa tambahan bahan lain seperti cat maupun pelapis.

Menurutnya, ketepatan perhitungan dan manajemen material menjadi faktor penting dalam menentukan kekuatan struktur jembatan yang dirancang.

“Perhitungannya harus sangat presisi karena materialnya sangat terbatas. Manajemen bahan dan kekuatan makro struktur sangat diuji,” kata Haidar.

Selain kemampuan teknis, kekompakan tim juga menjadi kunci keberhasilan mereka selama kompetisi berlangsung. Jalu mengakui perdebatan dalam proses brainstorming sering terjadi, namun seluruh anggota tim tetap mengutamakan profesionalitas dan fokus pada solusi ilmiah.

Ia menyebut pengalaman berkompetisi di luar negeri juga mengajarkan pentingnya kerja sama dan saling mendukung antar anggota tim.

Prestasi internasional tersebut, lanjut Haidar, tidak diraih secara instan. Ia bersama tim telah aktif mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional sejak 2023 untuk mengasah kemampuan teknis dan mental bertanding.

Mereka pun membagikan pesan motivasi bagi generasi muda agar tidak takut mencoba dan terus konsisten mengembangkan kemampuan diri.

“Kuncinya ada dua, dedikasi dan konsistensi. Jangan takut gagal, karena gagal adalah bagian dari perjalanan menuju sukses,” pungkasnya.

Usai meraih prestasi di Singapura, tim mahasiswa Teknik Sipil UNEJ kini tengah bersiap mengikuti Kompetisi Jembatan Indonesia dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....