Alasan Susunan Angka pada Kalkulator dengan Telepon Berbeda
- 28 Mei 2026 18:47 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Perbedaan susunan angka pada kalkulator dan telepon ternyata menyimpan sejarah panjang dalam perkembangan teknologi dan desain antarmuka manusia. Pada kalkulator, angka dimulai dari 7-8-9 di bagian atas, sedangkan telepon menggunakan urutan 1-2-3. Meski terlihat sederhana, tata letak tersebut terbentuk dari proses evolusi perangkat selama lebih dari satu abad.
Dilansir dari artikel terbitan 11 September 2018 karya Francesco Bertelli di UX Collective, sistem tombol angka mulai berkembang pada era revolusi industri ketika para penemu berusaha menciptakan mesin hitung yang lebih praktis. Pada 1844, penemu asal Prancis Jean-Baptiste Schwilgué menciptakan salah satu kalkulator pertama dengan papan tombol numerik sederhana. Perkembangan besar kemudian muncul pada akhir abad ke-19 ketika mesin hitung mulai digunakan dalam dunia bisnis dan akuntansi. Salah satu perangkat paling berpengaruh saat itu adalah Comptometer karya Dorr Felt yang memakai susunan angka vertikal dari 9 ke 1. Tata letak tersebut dipilih untuk meningkatkan efisiensi kerja operator sekaligus menyesuaikan sistem mekanik mesin hitung pada masa itu.
Pada 1914, David Sundstrand memperkenalkan desain papan angka 3x3 dengan susunan 7-8-9 di bagian atas dan angka 0 di bawah. Desain ini dianggap paling nyaman digunakan dengan satu tangan dan memungkinkan proses input angka berlangsung lebih cepat. Tata letak tersebut kemudian berkembang menjadi standar kalkulator modern yang masih dipakai hingga sekarang.
Di sisi lain, industri telepon memilih pendekatan berbeda. Ketika AT&T mengembangkan telepon tombol pada 1950-an, perusahaan tersebut melakukan berbagai penelitian untuk menentukan susunan angka terbaik bagi pengguna. Beragam pola diuji, termasuk tata letak seperti kalkulator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna lebih nyaman menggunakan pola angka yang dibaca dari kiri ke kanan dimulai dari 1-2-3 di bagian atas. Dari penelitian inilah lahir format telepon modern yang akhirnya digunakan secara luas hingga era smartphone.
Penelitian tersebut juga memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan besar dari sisi kecepatan penggunaan antara tata letak kalkulator dan telepon. Faktor yang paling berpengaruh justru adalah kebiasaan dan kemudahan dipahami pengguna. Karena alasan itu, aplikasi kalkulator di ponsel tetap menggunakan pola 7-8-9, sedangkan aplikasi telepon mempertahankan format 1-2-3. Kedua desain tersebut menjadi contoh bahwa sebuah antarmuka dapat bertahan sangat lama karena manusia lebih nyaman menggunakan pola yang sudah familiar.
Dari mesin hitung mekanik abad ke-19 hingga layar sentuh smartphone modern, susunan tombol angka berkembang bukan sekadar karena estetika, melainkan hasil perpaduan antara kebutuhan teknologi, efisiensi penggunaan, dan adaptasi manusia terhadap perangkat sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....