Smart Kampung Banyuwangi Jadi Jadi Percontohan ASEAN

  • 14 Mei 2026 19:27 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Program Smart Kampung Banyuwangi diproyeksikan menjadi salah satu best practice penerapan smart city dalam forum ASEAN Smart Cities Network (ASCN). Program tersebut dipaparkan dalam rapat koordinasi persiapan The 9th ASCN Annual Meeting di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia mengundang Banyuwangi untuk mempresentasikan perkembangan Smart Kampung yang selama ini dinilai berhasil mengintegrasikan pelayanan publik berbasis digital dengan pemberdayaan masyarakat desa.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan Banyuwangi terus berupaya membangun daerah cerdas yang tidak hanya fokus pada digitalisasi layanan, tetapi juga mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Banyuwangi terus melakukan progres menjadi daerah cerdas tidak hanya bertransformasi menjadi kota digital, tetapi juga menjadi kota cerdas yang inklusif, hijau, inovatif, dan berkelanjutan,” ujar Ipuk, Kamis 14 Mei 2026.

Menurut Ipuk, forum ASCN menjadi peluang penting bagi Banyuwangi untuk memperluas jejaring kerja sama dengan kota-kota anggota ASEAN, sektor swasta, maupun mitra pembangunan internasional.

“ASCN tidak hanya menjadi forum berbagi pengalaman, tetapi juga membuka peluang kolaborasi nyata di bidang pelayanan publik, ekonomi digital, pengelolaan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi baru,” kata Ipuk.

ASEAN Smart Cities Network merupakan jejaring kolaborasi antar kota di kawasan ASEAN untuk mendorong pembangunan kota yang cerdas dan berkelanjutan. Banyuwangi telah ditetapkan sebagai pilot city sejak 2018 bersama Makassar dan Jakarta.

Director Smart Cities and Communities Innovation Center Institut Teknologi Bandung, Suhono Harso Supangkat, menilai Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang berhasil menerapkan konsep smart city berbasis kebutuhan masyarakat.

“Kita melihat Banyuwangi berhasil menerapkan Smart Kampung untuk meningkatkan pelayanan publik hingga mengubah pengelolaan sampah menjadi sumber PAD melalui BLUD,” ujar Suhono.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Banyuwangi, Budi Santoso, menjelaskan Smart Kampung merupakan program pembangunan desa terintegrasi berbasis teknologi informasi dan pemberdayaan masyarakat. Selain digitalisasi layanan, Banyuwangi juga mendorong pengembangan ekonomi digital UMKM, inovasi anak muda melalui program Jagoan Banyuwangi dan Hacking Day, hingga pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di tingkat desa.

“Program Smart Kampung memudahkan pelayanan publik hingga tingkat desa yang dipadukan dengan penguatan ekonomi produktif, pendidikan, kesehatan, hingga pengentasan kemiskinan,” kata Budi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....